Dharma, Menjaga Eksistensi

Dharma terbentuk pada 8 Agustus 2008 di Yogyakarta dengan personel Tommy (vokal), Singgih (gitar, synth), Kenny (gitar), Baskoro (bass), dan Reno (drum). Sejak itu, band ini mulai berlatih di studio dan memainkan lagu-lagu mereka di tempat hiburan lokal serta acara-acara yang diadakan event organizer setempat.

Jenuh dengan hanya melakukan latihan dan memainkan lagu di tempat hiburan, mereka pun merekam beberapa materi dan menyebarkannya di radio-radio setempat. Dharma memang mencoba menyuarakan lagu-lagunya dengan menekankan pada unsur hiburan kepada masyarakat luas. Kebanyakan lagunya mudah dicerna dan dapat dibayangkan dengan ringan. Intinya,  Dharma hanya ingin menghibur dan menginspirasi orang  yang mendengarkan lagu-lagu mereka.

Pada awal 2009 salah satu hits mereka yang bertajuk “Blues Gambus” mendapat kesempatan ikut serta dalam album kompilasi LA LAghts Indiefest. Situasi ini merupakan kesempatan bagi Dharma untuk mengepakkan sayap lebih lebar lagi.

Pada awal 2010 Dharma menjadi salah satu homeband di kafe Ariko Keyna. Mereka bekerjasama dengan salah satu perusahaan pakaian lokal Yogyakjarta, Huit, yang produknya dapat ditemukan di beberapa distro di kota tersebut. Rencananya, Dharma akan mengemas beberapa lagu mereka dalam sebuah album indie untuk dijual kepada masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai stategi promosi agar eksistensi band ini tetap hadir di mata masyarakat. Kita nantikan kehadiran lebih lanjut dari band ini!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s