Ein Fuhrer, Bangkit dengan Attitude Baru

Satu dekade lebih bukanlah rentang waktu yang singkat bagi sebuah band. Apalagi jika bongkar pasang personel dan pengulangan fase ‘mati suri’ kerap menggerogoti perjalanannya. Jangankan untuk masuk industri, menjaga eksistensi saja rasanya mustahil. Namun di akhir tahun 2012, pasukan rock progresif berbasis Bogor Ein Fuhrer bangkit dengan dua personel barunya, bassis Adong dan dramer Gilang. Bersama Malik (vokal) dan Tmon (gitar), mereka berempat memugar puing-puing band yang berserakkan.

Kendati sudah ditetesi dua darah segar, band yang terbentuk sejak 1999 ini masih emoh mengumbar angan-angan. Bagi mereka, membiarkan segala hal mengalir seperti air sambil mengintip peluang yang ada merupakan cara yang paling bijak. “Tapi sedikitnya kami punya target untuk meluncurkan EP tahun ini, entah dalam format fisik maupun digital,” Tmon menjelaskan mewakili rekan-rekannya.

Sejauh ini Ein Fuhrer sudah memiliki 9 lagu dimana liriknya banyak bertutur tentang hubungan antara manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhannya. Berbau religius memang, tapi Itulah yang coba mereka eksploitasi sekaligus stigmakan di samping balutan varian genre yang sudah menjadi merk dagang sejak kali pertama mereka terbentuk.

“Masing-masing dari kami punya pengaruh musik yang berbeda, ada yang suka progressive metal, hip metal, nu metal, metalcore bahkan death metal. Dari perbedaan itu kami kemas menjadi satu yang kami definisikan ‘progressive hip rock’,” timpal Malik.

Ya, meski kerap berganti personel dan hanya menyisakan Malik sebagai satu-satunya anggota orijinal yang tersisa, namun arah musikal Ein Fuhrer nyaris tak bergeser sejengkal pun. Kendati demikian Ein Fuhrer menyadari, posisi mereka dalam scene musik rock/metal Indonesia masih berada di wilayah ‘amatir’. “Dalam hal pendewasaan bermusik  kami masih butuh tuntunan dari band-band senior,” Tmon kembali berujar.

Sebagai langkah awal eksistensinya, Ein Fuhrer menceploskan lagu “Patriot” ke dalam album kompilasi “Born To Fight Vol. 2: We Come To Destroy, You Dare With Us” gawean Burepublic Records yang rencananya dirilis Maret 2013 mendatang. “Bermusik adalah tentang kepuasan bathin. Kami tidak memikirkan apapun, yang penting kami bisa turut menyuguhkan karya dan kreativitas kami,” Tmon mencoba menjelaskan tentang target Ein Fuhrer di album kompilasi lintas genre itu.

Lirik, musik maupun attitude yang bersimpuh dalam lagu bertema patriotis ini sendiri tersuguh lebih matang dan dewasa dibanding karya-karya mereka sebelumnya. Di sini, Malik dkk mencoba menghidangkan komposisi rock yang lebih gelap sekaligus berenergi dengan tatanan komposisi yang baik dan benar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s