Ekspresi Tanpa Batas Kekal

Band metal asal Jakarta ini cukup unik. Selain kerap melumuri komposisi musiknya dengan berbagai genre. Sejak 2009 silam, mereka tak lagi dihuni personel aslinya. Jeff Arwadi (gitar, vokal), Azhar Levi Sianturi (bass, vokal), dan Leo Setiawan (gitar) pergi karena alasannya masing-masing.

Namun hingga detik ini, Kekal justru masih aktif di berbagai gigs dan mampu menelurkan album. Selain dibantu oleh sejumlah musisi tamu, para personel Kekal, terutama Jeff yang kini tinggal di Kanada, masih berkontribusi dalam proses penggarapan musik, artwork maupun produksi album.

“Band ini memang cenderung computer base dan bukan band live. Cara kerja penggarapan albumnya, Jeff ngirim data dari Kanada terus diisi sama personel yang dilibatkan,” ujar Didi Priyadi (In Memoriam, Happy Day), salah satu gitaris tamu yang pernah terlibat dalam album “Acidity”.

Dan tahun 2012 ini, Kekal dikabarkan bakal segera merilis album baru yang bertajuk “Autonomy” dimana video klip salah satu singelnya  “Rare Earth Elements” telah beredar sejak Mei lalu. Belum ada bocoran siapa saja  musisi tamu yang bakal dilibatkan kali ini.
Nama Kekal sendiri kali pertama dikenal tahun 1995 silam. Sebagai salah satu band pengusung genre metal ekstrim mereka kerap menawarkan ide-ide segar melalui musiknya. Selama 5 tahun pertama, band ini bahkan tak jarang mengembangkan style musiknya dengan mencampuradukan berbagai elemen dari sub-genre metal luar.

Kebiasaan tersebut baru benar-benar terhenti saat album ketiga “The Painful Experience” (2001) dirilis. Sebuah rilisan yang menjadi titik awal bagi mereka untuk menerobos ke ranah yang lebih progresif. Album berikutnya, “1000 Thoughts of Violence” (2003) yang berisi perpaduan elemen-elemen jazz fusion, progresif rock, psychedelic, trip-hop, experimental electronic dan musik ambient bahkan menyedot perhatian khalayak metal Asia yang sekaligus mengantarkan mereka ke panggung Eropa. Pada era ini, Kekal didaulat sebagai salah satu band avat-garde metal penting di dunia.

Setahun kemudian album kelima berjudul “Acidity” dirilis, disusul  album epik berdurasi 70 menit yang dirilis oleh dua label berbeda di Amerika Utara dan Eropa, “The Habit of Fire”  pada 2007. Tersulut kesuksesan ini, Kekal lantas merilis album ketujuh bertajuk “Audible Minority” pada Desember 2008 dalam format digital yang dibagikan secara gratis kepada para penyembah sejati mereka.

Setelah ditinggal tiga personel aslinya pada tahun 2009, Kekal melepas album  “8” pada Desember 2010 lewat kontribusi sejumlah musisi tamu dan campur tangan para mantan personelnya.  Dengan cara unik seperti ini, Kekal telah menampilkan ekspresi tanpa batas abadi yang akan tetap melekat dalam buku sejarah metal planet bumi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s