FOS, Duta Besar Rock N’ Roll

Setelah menjalani perjuangan keras dan melelahkan di ajang “Hard Rock Rising Global Battle of The Band 2012”, band rock FOS (Free On Saturday) yang kini digawangi Aryo Wahab (vokal), Choky “Moco” Sitompul (gitar), Bey “Blue” (kibord), Rival Himran (bass), Lilik Wishardianto (gitar) dan additional drummer Robby Wibowo akhirnya terpilih sebagai perwakilan Indonesia dan Asia yang tampil di acara “Hard Rock Calling 2012” di Hyde Park,  London, 13 Juli 2012 silam. Di hari itu, mereka tampil berbarengan dengan legenda grunge asal Seattle, Soundgarden.

Di festival musik tahunan yang digelar selama tiga hari itu, FOS tampil di Hard Rock Stage selama kurang lebih 25 menit membawakan enam lagu termasuk sejumlah hits yang dicomot dari EP “Self-titled” perdana mereka yang dirilis tahun 2011 lalu seperti “What’s Going On,” “Abnormal,” dan “Tonight” berbagi panggung dengan musisi-musisi dari negara-negara lain semisal Cocktail Slippers, Dive Bella Dive, Deap Vally, The Launderettes, Koo Koo Kitchen dan Maker.

Tampil di kancah internasional memang mimpi bagi band yang berdiri tahun 2007 ini. Dan bisa  mengalahkan sekitar 12 ribu band dari seluruh dunia dan terpilih sebagai salah satu dari tiga band teratas yang berhak tampil di sana merupakan pencapaian yang luar biasa. Tahun lalu, Gugun Blues Shelter yang menjadi wakil dari Indonesia dan berhak  tampil bersama Bon Jovi, Rod Stewart, Train, Adam Ant, Stevie Nicks, dan bintang kelas dunia lainnya.

Lalu apa saja kunci mereka hingga bisa masuk ke dalam 86 band pemenang kompetisi lokal di wilayah masing-masing dan akhirnya tembus ke babak 10 besar bersama band satu negara Superman is Dead (SID)? “Semangat… Itu salah satu kuncinya. Selain itu kami juga nyiapin beberapa strategi,” tutur Aryo. Ya, FOS menyadari benar keberadaan mereka yang masih baru dan belum memiliki komunitas sampai-sampai mereka harus melakukan promo ke kampus-kampus dan sekolah demi mencari suara yang benar-benar ingin memilih mereka.

Tak sampai di situ. Di babak 10 besar yang merupakan babak penjurian internasional FOS kembali membuat strategi. Lagu yang digunakan di babak penjurian lokal, “Abnormal” diganti dengan lagu berlirik bahasa Inggris,  “Gimme Some Good”, yang sebetulnya baru akan masuk di album kedua. “Biar bule banget dan juri dengernya enak,” Aryo mengungkapkan alasan pergantian lagu tersebut.

Hasilnya, FOS berhasil menempati posisi ketiga di bawah Hey Monea! dari Hard Rock Cafe Cleveland, Amerika Serikat dan Brass Wires Orchestra dari Hard Rock Cafe Lisbon, Portugal yang artinya berhak tampil di Hyde Park, London. Padahal sebelumnya, SID kokoh berada di puncak klasemen voting sejak awal. Sementara Aryo dkk baru melonjak pesat dalam beberapa hari terakhir tepat setelah mereka tampil di acara RadioShow TVOne.

Ada banyak pelajaran berharga yang mereka dapatkan saat tampil di “Hard Rock Calling 2012”. Salah satunya adalah apresiasi yang diberikan penonton dan penyelenggara. “Penonton di sana itu kalau emang nggak mau nonton, mereka nggak bakal nonton. Kalau mau nonton, mereka bener-bener nikmatin musik dari band manapun. Mereka ngak pernah mikir yang macem-macem. Selain itu kami juga di dilayanin secara profesional oleh penyelenggara sesuai janji mereka di kontrak,” vokalis yang juga menggawangi band The Dance Company ini kembali berujar.

Kibordis Bey menimpali, secara teknis di panggung juga penanganannya sangat  berbeda dengan apa yang dilakukan promoter-promoter musik Indonesia. “Semua udah diset…disiapin dengan lengkap. Kabel-kabel nggak ada yang melintang-melintang, apalagi lakban hahaha… Dan kehadiran salah satu juri, Steven Vand Zandt, di belakang panggung yang ngucapin selamat atas keberhasilan FOS dan ngasih tips agar kami tampil all out juga jadi pelajaran yang nggak kalah penting.”  Alhasil, FOS pun berhasil membuat venue bergoyang meski lagu yang mereka bawakan masih asing di telinga penonton.

Selepas tampil di London, FOS kini kembali berkonsentrasi menggarap album penuh perdana yang rencananya dirilis tahun 2013 mendatang. Di album ini mereka akan tetap menyuguhkan konsep musik seperti di EP “Self-titled” mereka. Persilangan musik rock ‘n roll dan blues yang diperciki beberapa elemen musik modern. “Apa yang kami rasain dan pengen mainin saat ini yah ini. Jadi di album  kedua nanti kami tetap bermain musik yang sama… Musik yang jujur,” beber gitaris Lilik yang urung ikut ke London lantaran harus menantikan kelahiran anak pertamanya.

Bagaimana dengan EP perdana mereka sendiri?  “Membuat mini album bagi band rock n’ roll seperti kami merupakan kesalahan besar. Soalnya kalau pas manggung kami selalu kekurangan stok lagu hahaha….”  Saat itu, Aryo yang memiliki jam terbang lebih tinggi di industri musik dibanding dua pendiri band lainnya, Bey dan Choky, merasa mengedarkan sebuah EP merupakan tindakan yang paling masuk akal ketimbang full album. Karena lagu sedikit tapi diketahui banyak orang lebih bernilai dibanding lagu banyak tapi tak ada orang yang tahu. “Tapi ternyata itu salah besar hahaha… Di album berikutnya kami bakal balas dendam,” tutupnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s