Kepercayaan Diri Gavura

Sekilas, apa yang dihidangkan Gavura merupakan pengulangan akan apa yang sudah menyesaki industri musik Tanah Air saat ini. Yakni, musik pop easy listening dengan lirik bertema cinta. Namun Hary (vokal), Iqbal (gitar), Budi (bass) dan Ridwan (dram) mengaku punya kelebihan dibanding band-band lain yang sejenis.

“Kami mampu mengimprovisasikan suatu aransemen dengan berbagai genre yang kami kemas sebagus mungkin dengan karakter kami sendiri agar bisa dinikmati dan mendapat nilai plus pada band kami. Musik kami sudah mempunyai ciri khas dan sudah didengar oleh banyak orang,” papar Hary kepada Inrocknesia.

“Bagi kami musik kami tidak membosankan, karena musik kami itu musik yang fleksibel dan mudah diterima oleh semua kalangan. Dan setiap perubahan generasi selalu menimbulkan cita rasa yang berbeda, maka dari itulah mengapa kami tidak ada rasa bosan dan jenuh dalam bermusik,” tambahnya dengan penuh percaya diri.

Saat ini, mereka baru mengantongi lima lagu; “Dapatkan Cinta”, “Gelisah”, “Atas Cinta Ini”, “Kisah Terbalut Luka”,  dan “Telah Kucoba” dan berencana meluncurkan album perdananya tahun 2013 ini. Lalu, seberapa pantas band yang berdiri sejak 2008 ini diterima industri?

“Buat kami pantas atau tidaknya band kami itu tergantung pada para pendengar, tapi dari hasil beberapa orang dan teman kami yang mendengarkan musik kami mereka bilang musik kami bagus dan layak untuk dipasarkan,” Hari kembali berujar.

Kepercayaan diri yang berlebihan biasanya kerap menajadi bumerang. Jika salah strategi malah bisa merugikan diri sendiri. Apakah mereka siap jika promo yang sudah dilakukan jor-joran ternyata tidak sesuai dengan hasil yang diperoleh?

“Musisi itu bukan dilihat dari jeblok atau suksesnya suatu karya, usaha yang maksimal pasti akan memberikan suatu hasil. Musisi sejati itu yang diutamakn adalah menikmati hasil karyanya dan merupakan suatu kepuasan karna memiliki karya seni sendiri,” Hary menyimpulkan.

Semoga saja Gavura bisa tahan banting dan memiliki senjata tangguh yang bisa membantu mereka melawan kekejaman penjara industri musik kelak. Pasalnya, meski banyak yang menganggap industri sebagai surga, namun banyak band yang hanya numpang lewat dan hilang tanpa bekas lantaran merasa tak sesuai harapan dan bermental lembek.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s