Konsistensi Groundzero

Groundzero, tengah menjalani proses penggarapan album debut mereka yang rencananya akan diluncurkan tahun 2014 ini. Barisan komposisi di sekujur albumnya merupakan perpaduan dari musik punk, hardcore dan metal yang selama ini telah menetesi aliran darah Kiki (vokal), Yoga (gitar), Titan (gitar), Rully (bass), dan Dimas (dram). Ya, Groundzero adalan bentuk kecintaan lima individu akan musik keras dari berbagai genre.

Dalam  menggarap album ini Groundzero menitikberatkan pada departemen vokal yang sing a long dengan riff-riff gitar yang padat. Ideologinya, Groundzero ingin memainkan  musik yang benar-benar disukai para personelnya terlepas dari tren musik yang ada saat ini. “Tapi yang paling penting adalah kenyamanan kami sendiri terhadap lagunya. Mau orang bilang apa asal menurut kami oke ya selesai urusannya,” ucap Yoga Pratama kepada Metalpit.

Album ini sendiri sudah digarap sejak 2011 silam dan kerap terhambat perilisannya lantaran sejumlah rintangan yang menerpa mereka. Salah satunya adalah kesibukan para personelnya dengan pekerjaan utama mereka. Namun demikian, Yoga menambahkan, Groundzero berharap tahun 2014 ini album tersebut bisa benar-benar diluncurkan sebagai bukti eksistensi mereka di scene underground Tanah Air.

Dari sisi lirik, barisan kata yang membentang di album ini terdiri dari berbagai kisah dan tidak difokuskan pada satu tema lirik. Yoga mengaku, mereka bukanlah band hardcore yang membawa tema gaya hidup positif dan bukan pula band yang rajin mengritik, tak heran jika lagu-lagunya banyak terinspirasi dari buku-buku sejarah, komik, bahkan kitab suci. “Menurut kami banyak yang ingin kami sampaikan selain poin-poin-poin tadi.”

Yoga juga menjelaskan, dalam konteks kualitas musik Goundzero masih berada di wilayah ‘terus belajar dan melakukan inovasi’ sambil terus mengeksplor potensi yang belum terlihat dari para personelnya. Namun demikian ia menegaskan bahwa Groundzero tidak akan bereksperimen memainkan jenis musik lain. “Kami punya background musik berbeda-beda, dan dengerinnya macem-macem cuma kebetulan kami punya kesamaan di musik ini. Jika ingin merambah ke wilayah lain maka para personelnya harus memiliki proyek sampingan.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s