Nilai Lebih Blue Java

Tak terbantahkan lagi, rock 80an adalah kiblat musik band asal Sukabumi yang berdiri  9 Desember 2007 ini. Blue Jave dimotori Agis (vokal), JD (gitar), Fajar (gitar), Badel (bass), dan Uthe ( drum). Mereka berlima menawarkan jenis musik yang justru jarang diusung band-band baru seangkatannya, hard rock dan blues.

Distorsi gitar yang bulat plus cabikan khas jemari para guitar hero di era itu mereka jadikan pondasi sebagai penguat tiang-tiang komposisi lagu yang dibalut dentuman bas yang tak henti-hentinya menusuk dada. Barisan lirik yang cuek dan nyeleneh seputar sex, politik, dan rock n’ roll pun tersaji nyaris di semua lagu. “Shut Up”, “Gadis Rock N’ Roll”, “Jemu”, “Cryin’”, “Gak Mau”, “Get Out My Way”, “Demokrasi”, “Making Love”, dan “Isi Hati”.

Tak hanya itu, aksi panggung yang atraktif serta penjiwaan dalam setiap penampilannya makin memberikan nilai lebih bagi Blue Java. Pernah seorang produser menawarkan kontrak rekaman, tapi karena dituntut merombak semua lagunya menjadi pop yang ‘menye-menye’, Agis cs menolaknya tanpa ragu. Hingga kini Blue Java masih aktif bergerilya mengibarkan bendera hard rock yang sudah dijadikan ‘jalan hidup’ mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s