Pergeseran Musikal Blodwen

Pasukan symphonic power metal berbasis Jakarta Blodwen tengah menyiapkan album baru. Belum ada detail tentang tanggal rilis maupun judul album tersebut, tapi rencananya bakal ada 8 hingga 10 lagu yang bakal bersemayam di dalamnya. Singel pertamanya, “Riverfall”,  bahkan sudah dirilis Bernice Nikki vokal), Alexander Lexy (gitar), Bayu Djody Gondokusumo (bass) dan Nikolaus Praditya (dram) via laman Facebook resmi mereka sejak 23 Februari 2013 lalu.

“Proses garap album masih dicicil karena para personel Blodwen ada yang kerja dan kuliah. Sampai saat ini baru tercipta empat lagu dan kami keluarkan versi promo dari lagu-lagu tersebut via Youtube dengan tanggal rilis yang berbeda-beda. Kalau semua lancar kemungkinan rilis akhir tahun ini,” ujar bassis Bayu Godokusumo.

Arah musikal yang bersemayam di album ini sedikit mengalami pergesaran dibanding album sebelumnya. Perpaduan personel baru dan lawas membawa perubahan tingkat adrenalin ke dalam komposisi musik yang mereka hidangkan. “Dari gothic neo-classical menjadi gothic power metal, tapi tidak kehilangan unsur neo-classic-nya!” tambah Bayu, adik kandung vokalis Rotor mendiang Djody Gondokusmo. “Tapi untuk tema masih berhubungan dengan dunia fantasi.”

Berbicara soal personel anyar, Bayu merupakan anggota yang bergabung pada Maret 2012. Saat itu, Blodwen yang tengah mencari bassis langsung mengajaknya melalui Alexander Lexy yang kebetulan satu kantor dengan Bayu. Di album ini, bassis yang juga tergabung dengan band thrash metal Oracle tersebut tak hanya berkontribusi di departemen bass saja, tetapi juga turut berperan sebagai engineer sekaligus memberikan masukan ide-ide lagu,  desain, merchandise, dan sebagainya.

Nama Blodwen sendiri berasal dari bahasa Wales kuno  yang berarti ‘bunga putih’ yang kecil bentuknya namun tangguh dan mampu hidup di berbagai iklim. “Begitupun musik kami, akan terus tumbuh apapun kondisinya,” demikian pernyataan Blodwen seperti ditulis di laman Facebook resmi mereka.

Ya, kendati berasal dari Indonesia, namun Blodwen terlanjur dianggap sebagai salah satu permata tersembunyi Asia. Musik mereka tak terkunci oleh kewarganegaaran para personelnya. Mereka bahkan kerap dianggap sebagai band Eropa oleh para pendengar sebelum melihat foto mereka.

Terpengaruh oleh band-band semisal Nightwish, Amberian Dawn, Stratovarius, Helloween dan Yngwie J. Malmsteen, Blodwen adalah band yang mampu mengawinkan budaya Timur dan Barat melalui percampuran vokal range yang lebar dari semi hingga ke full opera, gitar neoclassic, Bach & Paganini dan tentu saja distorsi yang masif.

Album perdana band ini “Black Symphony” dirilis pada 2010 via label rekaman Jepang, Red Record Rivet, dan langsung mendapat reaksi positif baik dari para penggemar, media maupun kritisi. Kini melalui album baru keduanya yang bakal segera beredar perjalanan Blodwen untuk menggoreskan namanya di buku suci metal segera terlaksana!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s