Album ‘Gila’ Giga Of Spirit

Album penuh perdana pasukan nu metal Semarang Giga Of Spirit, “Listen and Insane”, memang telah dirilis secara independen sejak 1 April 2012 , tapi pada 15 Oktober 2012 kemarin album ini dirilis ulang dalam format digital oleh label berbasis Mexico, Absolute Rockwave, dan tersedia di sejumlah toko online mancanegera semisal amazon.com, vinyl-distribution.co.uk dan rhapsody.com. Apa sih yang menarik dari album ini?

Menurut Kira (vokal), Rae (vokal), Suaz (bass), Hamham (gitar) dan Anton (dram) album ini menawarkan perselingkuhan distorsi gitar heavy, groove dram cepat dan isian bass melodik. Kira dkk juga berani menyentuh berbagai wilayah genre musik demi memberi kesan nyaman kepada para pendengar musik di luar metal. Dengan memadukan elemen-elemen musik metal, rock, punk hingga pop mereka menciptakan barisan komposisi musik yang asik sekaligus menghibur.

Isian-isian gitar yang ditampilkan Hamham juga sangat bertenaga dan galak dimana unsur-unsur musik dari Maximum The Hormone, Slipknot, Iron Maiden dan Trivium begitu kentara. “Isian-isian gitar Hamham di album ini memang lebih mengacu ke lagu-lagu keras, tapi untuk kebutuhan referensi dia juga mengambil lagu-lagu dari genre lain seperti jazz, blues, pop, pop rock dan lainnya. Dia juga banyak mendengarkan lagu-lagu dari Pearl Jam, Guns N Roses, Blink 182, Pink Floyd hingga Led Zeppelin,” jelas Anton mewakili rekan-rekannya kepada Metalpit.

Dari sisi lirik, Kira – sebagai eksekutor utama penulis lirik – berusaha merangkai kata-kata yang bisa melecut semangat sekaligus membuat para pendengar musik menjadi ‘gila’ kala mendengarkan lagu-lagu mereka. “Kami sudah mempertimbangkan lirik yang kami buat. Tidak asal bikin dan sebisa mungkin membuat pendengar tertarik dan penasaran terhadap lirik itu. Lirik itu ibarat bahasa band, konsep band tergantung pada kekuatan lirik itu juga,” kata Anton lagi.

Sisi menarik lain dari band yang terbentuk sejak 19 September 2008 ini adalah konsep dua vokalis yang mampu menghidangkan tiga jenis vokal; soft, rap dan juga growl. “Dengan adanya vokal cewek (soft) kami mempunyai analogi hal itu bisa memperlembut musik keras di telinga penikmat musik secara keseluruhan,” kata Anton. Meski kemudian Kira menimpali dengan mengatakan, “Inilah yang disebut dengan gaya-gayaan yang sesuai kebutuhan. Variasilah biar nggak bosan.”

Kini, mampukah Giga Of Spirit bertahan hidup dengan musik yang tidak tren? “Kami akan menghadapi semua ini dengan berusaha memperkuat tim kami. Kami juga akan terus berkarya, menyuguhkan materi-materi lagu yang menarik pendengar dan memperluas cakupan pendengar. Dan sebisa mungkin kami tetap konsisten dengan konsep kami. Dengan kata lain, mempertahankan karakter adalah kunci untuk tetap dinikmati,” Anton menyimpulkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s