Album Pembuktian Firman Al Hakim

Awal November 2012 kemarin, salah satu shredder terbaik Tanah Air Firman Al Hakim telah meluncurkan album mini perdananya yang bertajuk “ Optimus Neoclassicus Symphonius In A Minor”. Sesuai judulnya, enam trek yang berada di dalamnya dikemas dalam balutan musik neoclassical yang telah mempengaruhinya sejak 16 tahun silam. “Awalnya saya suka Metallica, tapi kemudian dipengaruhin teman supaya dengerin Yngwie Malmsteen sekitar tahun 1997an, dari situ saya memang nggak ada keinginan buat bikin band pop, tapi langsung intrumental kayak Yngwie. Apalagi saya juga mulai dengerin turunan-turunan Yngwie kayak Joe Stump, Paul Gilbert, Jason Becker, Marty Friedman,” jelas gitaris berjanggut yang mulai belajar gitar sejak tahun 1994 ini.

Proses penggarapan album ini terbilang singkat, hanya lima bulan, namun beberapa potongan lick sudah ditabungnya sejak lama. “Semua materi bener-bener digarap serius mulai bulan Maret 2012 kemaren dan selesai bulan Agustus. Kalau trek yang paling pendek ini, “Symphony No. 5”, saya garapnya cuma satu bulan. Memang banyak kekurangan di sana sini karena buru-buru. Sekitar tahun 1999 beberapa lick udah sering nongol pas saya main gitar dan langsung saya simpan. Beberapa lagu bahkan udah saya mainin di panggung-panggung sejak tahun 2008, “Symphony No.6” malah udah saya masukin di album kompilasi “Gitar Klinik 2” (2004), sekarang saya rombak ulang tapi nggak ngerubah temanya.”

Kendati hanya lima bulan, namun bukan berarti Firman tidak mengalami kesulitan saat menjalani proses rekaman. “Nyiptain ritemnya itu yang paling sulit, gimana caranya biar nggak terkesan maksain. Karena di sini kan banyak overtone dan itu harus menuruti keinginan saya sendiri. Ritemnya itu harus ketat banget…rapet. Untuk gitu ngerekam ritem itu kan nggak bisa full gain yah…kering banget, sustainnya harus pendek sementara saya nggak biasa hahaha…susah banget. Ngedirect dram juga agak sulit, karena ketukannya harus gimana mau saya. Kadang saya bayangin harus gimana dulu terus diterjemahin sama dramernya…agak lama memang. Patternnya saya yang buat, improvenya dia.”

Untuk proses rekamannya sendiri Firman menggunakan sistem yang sangat sederhana, “Semuanya plug ini, langsung ke Line 6. Saya cuma edit-edit dikit aja. Saya nggak mau ribet. Kalau saya terpengaruh apa kata orang harus begini begitu jadi nggak selesai-selesai rekamannya. Saya pake dua gitar; buat leadnya Shredder, buat ritemnya Ibanez, dua-duanya 8 senar. Tapi terus terang, untuk gitar ini sebenarnya saya cuma pake 7 senar, untuk ritemnya saya drop A. Senar 8 nya nggak saya pake, belum ada ide sampai sekarang hahaha… Karena saya pikir buat apa… shred-shred, kebut-kebutan kayak gini 7 senar aja udah cukup lah.”

“Saya pernah nyobain pake sistem todong. Aduh… ribet banget, ngusahain suaranya enak aja makan waktu dan cenderung nggak stabil. Ampli-ampli tabung itu kan tergantung listrik yah, kalau listriknya nggak stabil yah jadi beda, mik beda dikit juga jadi beda. Enakan gini aja kan… dari awal sampai akhir konstan. Terus di sini saya juga main bass yah kecuali di trek ke-5. Bassnya saya pake Fender lima senar,” gitaris yang pernah berguru secara singkat kepada Tjahjo Wisanggeni dan Donnie Suhendra ini menambahkan.

Dan yang paling penting, melalui album ini Firman telah membuktian konsistensi sekaligus eksistensi.
“Dengan album ini saya ingin menyampaikan bahwa ‘inilah saya’. Proyek ini untuk nyenengin diri saya sendiri dan nggak niat buat ngikutin pasar. Kalau ngikutin pasar nggak ada selesainya. Apalagi beberapa tahun ini kan saya diendorse sama beberapa produk, di situ orang-orang sering nanya, “Firman mana sih?”, “Karyanya mana?”. Dan sekarang yang penting ada karya dulu, selanjutnya baru dipikirkan lebih matang,” pungkas gitaris yang berniat menghidangkan konsep full akustik di album keduanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s