Album Simbolik Siksakubur

Sebuah album konseptual bertajuk “St. Kristo” telah diluncurkan salah satu gerombolan death metal garda depan Tanah Air Siksakubur melalui label Podium Music/Rottrevore Records pada 24 Juni 2012 lalu. Tak seperti album sebelumnya, “Tentara Merah Darah” (2010) yang berkisah tentang peperangan, di album ini Andre ‘Bacot’ Tiranda dkk bercerita tentang sahabat baik mereka yang juga pemilik Rottrevore, label rekaman ekstrim metal paling berpengaruh di Indonesia, Kristoforus Dwinanda Satrio yang wafat Desember tahun lalu.

Awalnya, seperti diungkapkan Andre, Siksakubur hanya berniat membuat satu lagu penghormatan buat Rio. Namun setelah dipikir berulang kali, akhirnya mereka memutuskan untuk menceritakan pria yang berjasa besar membuat rumah bagi band-band metal ekstrim seperti Jasad, Deadsquad, Forgotten, Funeral Inception, Death Vomit, Disinfected, Revenge, Dead Vertical dan Siksakubur sendiri ini dalam satu album. “Gue kasih judul “St. Kristo” karena itu diambil dari nama baptis dia Kristoforus. Gue tambahin kata ‘santo’ (orang suci) di depannya karena buat gue apa yang dia lakuin buat scene metal di Indonesia udah setingkat dengan santo. Pendek kata, “St. Kristo” itu album simbolik, memorable, sekaligus religius.”

Proses penggarapannya sendiri membutuhkan waktu sekitar satu tahun dimana enam bulan terakhir hanya difokuskan untuk membuat tema tentang Rio tadi. Sementara untuk rekamannya dilakukan di Studio EC3 Jakarta milik dramer Edane, Fajar Satritama, dan diproduseri oleh gitaris Jeruji Rudi Dian (eks gitaris Disinfected). Dari segi gitar, album ini memang paling matang penggarapannya. Selain mengedepankan cara old school, kesabaran saat merekam overdub hingga delapan kali dalam satu lagu juga menjadi salah satu kunci penting. “Dengan total tujuh lagu berarti gue harus mengikuti permainan gitar gue sendiri sebanyak 56 kali. Hal yang tentu saja sangat membutuhkan feel dan staying power,” Andre menambahkan.

Di album ini, Siksakubur juga kedatangan gitaris baru, Baken Nainggolan, eks Betrayer, yang diberi kepercayaan untuk mengeksekusi fill dan lead-lead lagu. Namun saat menggarap porsi untuk gitar, Andre nyaris tak pernah berdiskusi dengan Baken. “Siksakubur ini band gue… Arah musik dan proses kreatifnya gue yang megang. Jadi gue udah bikin musiknya. Untuk part-part tertentu semacam fill- in memang ada ide dari Adhit (dram) dan Septian (vokal), jadi kami godok bareng-bareng. Tapi nggak banyak juga, karena semua udah ada di kepala gue. Musik sepenuhnya urusan gue.”

Lalu style permainan apa yang Andre mainkan di album ini? “Gue tipikal gitaris yang plug and play, bukan yang pedal slave atau set-up slave. Tipikal permainan yang gue suka nggak pernah bergeser… Udah berhenti di musik metal 90an. Pengaruh gue itu Dave Mustaine, Kerry King, James Hetfield, dan orang-orang seperti mereka. Ada beberapa part Randy Rhoads dan Zakk Wylde yang gue comot juga sih.” Andre juga menegaskan bahwa Siksakubur sudah memiliki karakter yang tidak bisa diganggu gugat. “Siksakubur memanglah sebuah musical journey tapi tidak ada alasan untuk tidak memiliki karakter buat band yang udah berumur enam belas tahun dan nelorin enam album.”

Saat rekaman, Andre menggunakan sistem todong dengan peralatan perang yang simpel seperti ampli Marshal JCM900 dan Mesa Boogie Single Rectifier. “Untuk ritemnya diboosting pake Metalzone, untuk leadnya gue pake pedal Maxon. Kalau live tambahannya gue pake Ibanez Tube Screamer TS9 dan Vox Wah. Gitarnya udah pasti Ibanez RG1570 Prestige.” Setelah rekaman usai, Andre mengaku cukup puas dengan nomor “Burung Bangkai” yang berdurasi 10 menitan dan menawarkan perubahan tempo di sana-sini plus sejumlah breakdown yang belum pernah mereka gunakan sebelumnya.

Berbicara soal Ibanez RG1570 Prestige, Andre sendiri sudah menyandang gitar buatan Jepang ini sejak 2010 silam yang menurutnya dibuat seperti samurai dimana kesempurnaan sangat diutamakan. Semua yang dibutuhkan musik seekstrim Siksakubur sangat terpenuhi dengan gitar ini. “Suara kayunya bisa diterjemahin dengan bagus sama pick-upnya. Gitar ini nggak kalah pamor dengan Jackson atau pabrikan yang lainnya.”

Rencananya, seteleh lebaran nanti Siksakubur bakal menggelar tur Jawa, Bali, Lombok dan disusul dengan merilis DVD dokumenter bertajuk “Amunisi, Distorsi dan Agresi” yang bercerita tentang perjalan panjang Siksakubur dalam mengarungi bahtera metal Indonesia. “Nanti bakal ada 2 DVD, selain dokumenter satunya lagi lagu-lagu live recording yang diambil dari album pertama sampai terakhir,” Andre mengakhiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s