Brutal yang Semau Gue

Dengan dalih kesamaan visi dan kecocokan chemistry, Bagus dan Bimo kembali bersatu di bawah panji Brutal. Uniknya, mantan personel Netral lainnya, Miten (gitar), mereka rekrut untuk mengisi part gitar di beberapa lagu yang termuat di album debut “Smau Gue” (RMV Records) hingga menghasilkan jenis musik Netral era awal. Apakah ini reuni Netral? Atau hanya sebuah proyek iseng? “Ini bukan Netral-netralan yah… Tapi lebih ke originalitas. Dari dulu kami sudah bertiga main musik, yah musiknya juga begini…nggak kemakan jaman,” beber Bimo kepada GitarPlus.

Bimo menambahkan, alasan lain di balik terbentuknya Brutal adalah bisnis. “Mata pencarian kami kan main musik. Biar kondisi pasar lagi terpuruk kami nggak patah semangat dan terus berkarya demi menambah kekayaan musik Indonesia…biar nggak melulu boyband lah…hari gini kan pelaku industri pada latah. Mereka kebanyakan dipengaruhi tren. Buat gue musik itu semau kami aja, yang penting pesan kami melekat di kuping penggemar,” Bimo menambahkan.

Meski mementingkan sisi bisnis, Bimo menolak anggapan yang menyebutkan Brutal adalah sebuah band pop komersil. “Kami itu band keras…punk rock. Sesuai istilahnya sendiri punk itu musik yang mudah dibawain…musik simpel. Kalo konsepnya sih warna baru. Di Indonesia itu kan musik rocknya kurang lebih sama aja yah. Nah, di Brutal kami main sesuai dengan tema lagunya. Yang bahkan tetap kedengeran modern dan abadi kayak “Anarchy In The UK”-nya Sex Pistols gitu. “Semau Gue” misalnya, setiap orang pasti ada sifat semau guenya, jadi gue ekpresiin di lagu,” pria yang pernah membentuk Romeo, Juliette, TBK, dan Bonus ini kembali menjelaskan.

Proses pembuatan album ini bisa dibilang praktis dan tidak ribet. Seperti kata Bagus, pembagian tugas antara dirinya dengan Bimo membuat segalanya menjadi mudah. “Pembuatannya termasuk cepet karena beberapa lagu udah jadi, gue tinggal take vokal sama bass aja. Kecuali lagu-lagu baru gue kami take dari nol. Terus kalo urusan lirik gue bagi-bagi tugas ama Bimo. Kalo lagu gue, gue yang bikin. Lagu dia, yah dia yang bikin. Di sini enak kerjanya, masing-masing punya kontribusi besar… Jadi cepet kelar,” jelas bassis berkepala plontos ini.

Susunan lagunya sendiri sedikit unik lantaran ada tiga lagu lama Netral yang mereka aransemen ulang. “Pelor”, “Mampet” dan “Ruwet” berdampingan dengan singel jagoan “Smau Gue” yang juga merupakan lagu Netral era paling awal, tepatnya saat mereka masih menawarkan demo ke sejumlah produser, namun tak pernah masuk dalam album Netral manapun.

Dan demi menghasilkan keaslian ketiga lagu tersebut dipilihlah Miten, gitaris pertama Netral sebelum digantikan Coki Bollomeyer, sebagai eksekutor semua line gitar. “Awalnya memang niat reunian bikin album repacked, tapi gue pikir buat apa karena Netral kan masih ada. Tapi karena terlanjur idenya seperti itu akhirnya kami ajak Miten di tiga lagu. Meski saat itu lagu-lagunya nggak jadi hits, tapi nggak usang dimakan jaman. Lagu-lagu itu kami aransemen ulang biar lebih modern tapi tetep asli energi punknya,” Bimo kembali menjelaskan.

Miten sendiri mengaku sudah sangat rindu dengan dunia musik. Sejak cabut dari Netral akhir 1999 silam, gitaris yang pernah mengikuti audisi gitaris Limb Bizkit ini memang benar-benar meninggalkan musik dan lebih memilih bekerja kantoran setelah sebelumnya melanjutkan pendidikan formal di Amerika Serikat selama empat tahun.

“Gue emang udah kangen main musik. Sejak ninggalin Netral gue baru bener-bener kembali main musik bulan November 2011 kemarin, waktu itu kebetulan Bimo sama Bagus ngajakin ketemu. Awalnya kan mau bikin reunian Netral tapi karena lagunya kurang atau gimana Bimo akhirnya masukin lagu-lagunya yang dulu,” tukas Miten.

Saat rekaman album ini, Miten yang mempersenjatai diri dengan gitar Music Man Axis Series, Marshall JCM 2000, dan efek POD Line 6 memilih menggunakan sistem direct. “Langsung colok ke Marshal JCM 2000, drivenya gue ambil dari Marshal itu,” tutur pria bernama asli Ricy Dayandani ini. Pun dengan Bagus, pengguna bass Ibanez SRX 750 ini memang tak mau ribet. “Gue nggak pake efek, nggak pake ampli langsung colok ke mixer. Praktislah… tinggal nyanyi dan main aja. Brutal-brutalanlah hahaha…,” canda Bagus.

Selain Miten, di album ini juga ada nama Willy gitaris bonus yang didaulat sebagai eksekutor lead dan rhythm section seluruh materi ‘asli’ Brutal di luar lead lagu “Putus Cinta Ya Allah Ya Tuhanku” yang dieksekusi oleh Miten. Dan saat rekaman, Willy juga menggunakan sistem direct. “Nggak pake todong-todongan. Di sini gue pake gitar Gibson Les Paul Studio Lite, efeknya Fulltone GT 500 tapi pas ngelead dibuz pake Ibanez TS9, pre-ampnya pake Universal Audio,” jelas Willy.

Lalu apa tanggapan dua personel Netral sekarang, Coki dan Eno, dengan keberadaan Brutal? “Tanggapan mereka sih nggak ada masalah yah. Karenakan beda… musiknya aja beda. Netral kan udah punya pangsa pasar sendiri. Istilahnya sih kalo Brutal yah Brutal, yang di dalamnya ada gue, Bimo sama Miten. Inikan cuma reuni sementara aja. Lagi pula Brutal itu sebenernya kan gue sama Bimo, kalo Miten kan cuma additional. Yang jadi masalah mungkin fans yah. Mereka mikirnya, Netral lama bangkit lagi dan gue bakal lebih suka Netral lama, dan Netral sekarang bakal bubar. Ya nggak lah….Netral sendiri bisa ada kan karena Bagus, Miten sama Bimo. Kalo dibilang reuni juga nggak, karena Netral itu udah ada dan masih berjalan dan udah punya fans sendiri. Mungkin aja orang-orang yang dulu pengen liat Netral reuni sekarang bisa ngeliat di Brutal tapi akhirnya salah persepsi. Kayak gitu lah…” tangkis Bagus

Lain lagi dengan Miten, ia justru terkesan tak perduli dengan segala tanggapan miring yang didengarnya. “Gue nggak pernah ketemu sama Coki dan Eno, tapi pernah denger selentingan aneh sih… Tapi gue nggak mau komen apa-apa soalnya gue nggak tau juga cerita sebenernya gimana. Mereka marah atau gimana. Tapi Itu bukan urusan gue juga sih hehehe…,” katanya.

Di luar itu semua, Brutal tetap ‘semau gue’ dengan menyatakan akan terus eksis di blantika musik Tanah Air dengan merilis album-album berikutnya meski harus tanpa Miten. “Kami pasti bikin album kedua dan ketiga…tapi belum tentu sama Miten juga sih,” kata Bagus. Sementara Miten, meski berharap dilibatkan lagi di album Brutal, saat ini lebih fokus menggarap proyek solo berformat band yang meluncur di jalur metal. “Soundnya lebih modern dan nggak vintage kayak Brutal. Baru jadi lima lagu, baru take gitar juga. Metal gitu lah model Bullet For My Valentine tapi nggak gitu-gitu banget sih. Pas rekamannya satu gitar tapi buat kebutuhan panggung gue bakal pake additional. Mudah-mudahan April ini kelar deh,” pungkas Miten.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s