Harmonisasi Agresif Lucretia

Pasukan metal berbasis Jakarta Lucretia siap memporakporandakan barikade scene metal Tanah Air lewat album penuh perdana mereka, “Selftitled” (Off The Records label), yang diluncurkan pada awal September 2012. Di album ini, Nino (gitar/vokal), Oki (gitar), Imam (dram) dan Pima (bass) menghidangkan cairan thrash metal mpmbunuh yang agresif lewat perpaduan harmonisasi duel gitar yang telah menjadi merk dagang mereka selama ini.

Menurut Nino, pondasi musik yang bersemayam dalam album ini masih bermuara pada genre thrash metal. “Tapi bukan thrash metal yang triplet-triplet ritemnya asal garuk. Gue bosen kalau thrash metal yang jarjerjor doang. Jadinya, gue lebih nitikberatin sama perpaduan latar belakang permainan gitar gue yang neoklasikal dan thrash metal sama oki yang lebih ke fusion. Mirip harmonisasi ala Iron Maiden sih, ada selipan-selipan fusionnya dikit,” ujarnya kepada Metalpit.

Dengan kata lain, line-line gitar di album ini tetap sama dengan EP mereka sebelumnya “Queen Of Sorrow” (2010) namun dalam hal isian vokal ada sedikit perbedaan proses. “Waktu itu formasinya masih berlima, gue belum jadi vokalis. Jadi ada keterbatasan seputar feel si vokalis, mesti kompromi sama hasil akhirnya. Kalau sekarang kan nggak mesti ngira-ngira, karena gue sendiri vokalisnya,” tambah Nino.

Tapi hal itu tak mengurangi pencitraan Lucretia sebagai band yang kerap memperjualbelikan skill gitar sedikit pun hingga detik ini. Bahkan untuk mempertegas stigma tersebut di album ini mereka menyertakan sebuah nomor instrumental bertajuk “A Minor Etude”. Sementara dari sisi lirik, Nino dkk kini menampilkan tema-tema yang lebih variatif seperti seputar kritik sosial, sejarah mereka sebagai sebuah band, reliji hingga cinta. “Itu curhat dari seorang temen. Jadi gue bikin lagu aja hehehe….”

Perjalanan metal Lucretia sendiri memang terbilang masih hijau, terbentuk Juni 2009, namun sosok-sosok yang berdiri di belakangnya merupakan wajah-wajah lama yang sudah malang melintang di panggung-panggung lokal mengcover lagu-lagu thrash metal oldskul semisal Megadeth, Anthrax, Testament dan Cacophony. Nino khususnya, pernah menyabet titel ‘gitaris terbaik’ event 2 mingguan sebuah radio pada 1994 silam yang lantas didaulat sebagai personel homeband radio tersebut.

Tahun 2010, selain merilis EP “Queen Of Sorrow” mereka juga kerap tampil di sebuah event bernama ‘Blackhole’ di MU Cafe Thamrin, Jakarta Pusat. Mereka lalu dikontrak Gudang Garam Nobar selama 3 bulan untuk menghibur penggila bola dari cafe ke cafe di kawasan Jabodetabek dalam pra siaran langsung Liga Inggris. Memasuki awal 2012 salah satu lagu mereka, “Kayamath” yang bernuansa relijius disertakan dalam album kompilasi “Konspirasi Thrash”. Di album baru, lagu ini juga disertakan namun dengan isian vokal yang berbeda.

Rencananya mereka akan melaunching perilisan album ini pada 6 Oktober 2012 mendatang di Borneo Beerhouse, Jeruk Purut, Jakarta Selatan lewat dukungan rekan-rekan metal mereka seperti Trauma, Oracle, Flag Of Hate, Social Black Yelling, Stupidnation, Inlander, dan Basterd. Selain akan menggelontorkan lagu-lagu barunya, Lucretia juga bakal memberikan kejutan kepada para metalhead dengan membawakan salah satu nomor milik girlband AKB48 dengan versi mereka!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s