Hellskskuad, Pasukan Neraka yang Merambah Rusia

Hilangnya seluruh materi yang dipersiapkan Hellskuad untuk album perdana mereka tak membuat sang leader Deady Velo putus asa. Gitaris yang pernah memperkuat band death metal Dead Carnations ini bangkit dengan personel baru. Meski arah musikalitas Hellskuad harus mengalami pergeseran, debut albumnya justru bakal dirilis di Rusia.

Adalah Coyote Records, label death metal asal Moskow, yang menyatakan ketertarikan akan materi yang ditawarkan Hellskuad. Mereka bersedia merilisnya secara resmi di Eropa dan Amerika pada akhir Januari 2012 dalam dua tahap dimana masing-masing tahap berjumlah 500 keping.

Uniknya, di saat hampir berbarengan label lokal Sevared Records juga menyatakan minat yang sama, namun mereka ingin Hellskuad menunggu sampai antrian band yang mereka naungi rilis album semua. Deady cs tak mau ambil risiko. “Kami harus menunggu. Daripada lama mendingan kami pilih Coyote,” ungkap Deady Velo. Toh Savered masih bersedia memberikan ruang bagi album bertajuk “Knife Of Perfect Mutilation” ini jika mereka mau menjualnya di sana.

Kali pertama Hellskuad memproklamirkan diri sebagai band metal Tanah Air terjadi pada tahun 2009 dimana saat itu mereka kerap memainkan nomor-nomor ganas milik band metalcore asal Amerika Serikat Hatebreed. Namun lantaran kesibukan Deady di beberapa band utamanya seperti Dead Carnations, mereka lebih banyak vakum ketimbang mengobrak-abrik panggung metal lokal.

Setelah melewati fase kekosongan, Hellskuad mulai mendekam dalam studio dan membuat sepuluh lagu hardcore agresif berselimutkan komposisi punk yang kental. Namun saat materi rampung Deady (gitar), Faizal (bass) dan Alvian (dram) terganjal masalah vokalis yang selama ini belum mereka miliki hingga akhirnya memilih Ozzi Jasta dari Dead Carnations untuk menjadi vokalis tamu dalam singel “Revolusi”.
Belum habis masalah vokalis, persoalan lain muncul. Seluruh materi yang tersimpan di komputer studio Dik Sheehan di kawasan Cipayung, Jakarta Timur habis dilahap virus. Ditambah Deady yang sibuk promosi album terbaru Dead Carnations, Hellskuad pun kembali tanpa juntrungan.

Bukan Deady namanya jika menyerah begitu saja. Di tengah keputusasaan para personel lain, dia coba memugar puing-puing band impiannya itu. Tepat di bulan Agustus 2011 Hellskuad kembali bertapa di studio menulis materi yang benar-benar baru dengan dua anggota yang juga baru yakni vokalis Uzie dan gitaris Ghozza yang uniknya gitaris Dead Carnations pengganti Deady.

Sementara musik hardcore yang sudah menjadi ciri khas mereka pun kini berganti menjadi slamming death metal yang trengginas. “Alasan Hellskuad banting stir ke slamming karena seluruh materi kami itu ilang. Gila aja kalo buat materi yang sama. Puyeng! hahaha…,” tambah Deady yang juga menganggap sulitnya mencari label peminat band hardcore jika Hellskuad ‘keukeuh’ meluncur di genre itu.

Dengan formasi ini mereka sukses mengeksekusi 10 nomor kejam dan beringas di studio Apocalypse milik Ghozza. Ditambah tiga trek versi demo yang dibuat tahun 2009 silam, album ini kian menyajikan komposisi ngeri serta groove tiada henti yang berlumurkan sound heavy.

Kini, Hellskuad bukan sekedar pengisi buku absensi scene metal Tanah Air tetapi juga penggores tinta emas dalam sejarah musik Indonesia sebagai salah satu band yang merilis album di luar negeri. Selamat Datang Pasukan Neraka!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s