Ipunk Power Metal, Simbol Kedigdayaan Power Metal

Purwadji Susanto – demikian nama lengkapnya – menggeluti instrumen gitar secara otodidak sejak duduk di bangku SMA kelas dua. Bakatnya makin mengkilap tatkala ia membentuk band Power Metal bersama Totty M (vokal), Pras Hadi (bass), Raymond (kibord), dan Mugix (dram) yang berpartisipasi sekaligus memenangi “Festival Rock Log Zhelebour V” pada 1989. Setelah menjalani tur 10 kota, di antaranya menjadi pendamping band rock legendaris Indonesia God Bless, band ini merilis album perdananya yang bertajuk “Power One” (1991) yang di dalamnya melahirkan lagu balada reliji “Pengakuan”.

Jika disimak secara mendalam, nuansa lagu ini amat kental dengan nomor “Dreaming” milik Yngwie Malmsteen yang bersemayam dalam album “Odyssey”. Lalu apa kata Ipunk tentang anggapan itu? “Benar!” ucapnya.“Yang bikin lagu itu kan Mas Donny Fattah dan dia memang ngambil nuansanya dari “Dreaming”. Aku sempat berpikir untuk menolaknya, tapi ya nggak mungkin juga aku pikir. Akhirnya aku ikutin aja.”

Ironinya, selepas perilisan album tersebut pria kelahiran Surabaya, 16 Oktober 1968 memutuskan hengkang dari Power Metal dengan alasan ingin memperdalam musikalitasnya. Namun yang terjadi, Ipunk justru tidak melakukan kegiatan musikal selama kurang lebih 7 tahun sebelum Log Zhelebour memintanya untuk membuat album. Dan pada 1997, Ipunk pun membentuk band rock bernama Kalingga dengan konsep berbahasa Jawa bersama para mantan personel Power Metal lainnya; Pungky Deaz (vokal), Hendrix Sanada (bass), Mugix (dram) dan didukung oleh Raymond di posisi kibord dan vokal latar. Band ini melahirkan satu album bertajuk “Sumpah Palapa”.

“Waktu itu Pak Log (Zhelebour) nemuin aku dan ngasih uang 100 juta supaya aku bikin album dengan konsep apapun yang aku mau. Akhirnya aku kumpulin semua mantan personel Power Metal karena aku pikir kami sudah mengenal satu sama lain. Inspirasi musik di album ini aku dapat dari Kula Shaker dengan “Govinda”-nya, aku sama sekali nggak menyerap musik-musik berorientasi gitar seperti Yngwie Malmsten misalnya,” kata Ipunk dalam kesempatan yang sama.

Setelah Kalingga dibubarkan, tepatnya tahun 2000, Ipunk kembali ke pangkuan Power Metal untuk menggantikan gitaris yang menggantikannya sekitar satu dekade sebelumnya, Lucky Setyo, dan merilis dua album bersama band yang awalnya bernama Power Band ini, yakni “Topeng-Topeng Murka” (2002) dan “Kebesaranmu” (2005). Pada 2010, saat Lucky kembali bergabung Ipunk tidak hengkang lagi. Sebaliknya mereka bahu membahu demi memberi corak baru di album “Power IX” dengan konsep yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya, double guitar!

Power Metal kemudian kembali ke studio untuk menyiapkan albumnya yang ke-10. Namun proses penggarapannya kerap tertunda lantaran kesibukan band ini dalam menjalani show di berbagai event. Khusus Ipunk, bahkan sering tampil sendiri di event Gitaran Sore gawean Majalah GitarPlus dan pernah terlibat di album kompilasi “Nothing But Guitar Vol. 2” rilisan majalah gitar pertama dan satu-satunya di Indonesia ini. Lagu yang diceploskannya, “Inspiration” memiliki warna berbeda dengan apa yang selama ini telah menjadi ciri khasnya.

“Melalui lagu (“Inspiration”) ini aku ingin membentuk figur di luar Power Metal. Lagu ini berkisah tentang seseorang yang mencari jati diri dan mencari dukungan dari seorang wanita yang dikenalnya. Tapi yang paling penting, ini adalah pertama kalinya bagi aku membuat lagu instrumental. Jujur, setiap kali tampil di event Gitaran Sore membawakan lagu ini aku belum menemukan kenyamanan. Aku kerap tegang karena semua mata tertuju kepadaku. Berbeda dengan tampil bersama Power Metal, mata penonton terbagi ke personel lain,” tandasnya.

Namun bagaimanapun, permainan gitar Ipunk terlanjur menempel di dalam ingatan para penggemarnya. Mulai dari teknik arpeggio, lick-lick yang berbau neo-classical, serta racikan sound epik yang bertiup ke arah Eropa memuncrat tiada batas. Secara keseluruhan, gaya permainan gitar Ipunk telah memberi ciri tersendiri di sekujur musik Power Metal, di antaranya dalam lagu “Angkara”, “Satu Jiwa”, “Cita Yang Tersita” dan tentunya “Pengakuan”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s