Konsistensi Hands Upon Salvation

Delapan tahun puasa merilis album, tahun ini pahlawan hardcore metal asal Yogyakarta Hand Upon Salvation (HUS) kembali dengan “Entity”. Sebuah album berisi 10 trek yang diproduksi, dirilis sekaligus didistribusikan oleh label bernama Hellavila Records sejak Juli 2012. Rencananya, album ini juga bakal diedarkan dalam berbagai versi oleh beberapa label di luar negeri.

Proses penggarapan album ini cukup memakan waktu. Yakni sekitar satu tahun lebih (akhir 2010-awal 2012) yang berlangsung di Studio Padepokan Bagong Kussudiardjo Yogyakarta lewat polesan tangan engineer bernama Anton Gendel (eks dramer Kumpeni, Mock Me Not). Selama penggarapannya sejumlah musisi tamu yang juga sahabat-sahabat mereka dilibatkan. Sebut saja Indra Menus (Todie), John Ronesta dan Wisnu Anggara (Orthus) dan Wiman Rizkidrajat (Spider’s Last Moment).

Sedianya, HUS bakal menyertakan beberapa lagu cover version seperi “Salvation” (The Cranberries), “You Gave Your Love to Me Softly” (Weezeer) dan “Mote” (Sonic Youth) di album ini. Namun karena keterbatasan dana dan waktu memasukan seluruh nomor milik sendiri merupakan pilihan yang paling praktis, meskipun beberapa diantaranya merupakan nomor-nomor lama yang belum pernah dirilis dan interpretasi ulang dari karya-karya terbaik mereka.

Judul “Entity” sendiri memiliki makna perwujudan Hands Upon Salvation sebagai band yang terbentuk atas dasar jalan panjang persahabatan, kekeluargaan dan wujud karya keras kepala mereka akan egoisme pribadi, tradisi musikal, mimpi dan persembahan kepada orang-orang yang mendukung sekaligus mencerca mereka. Singkatnya, band ini ingin membuktikan kepada khalayak metal bahwa mereka masih ada dan konsisten di jalan yang lurus.

Guratan takdir HUS mulai tercetak pada 1998 saat masih bernama Destruct. Empat tahun berlalu dan diselingi bongkar pasang anggota nama HUS lantas mereka proklamirkan yang disusul dengan perilisan EP berisi lima lagu, “Celebrate The Newborn” (Diorama Records) dua tahun berselang. Album ini lantas dirilis ulang dalam berbagai versi oleh label Indonesia dan Malaysia. Khusus versi repackaged-nya yang dirilis 2010 dilengkapi dengan dua trek anyar, dua musik video dan sebuah live documentary.

Kendati terkesan kurang produktif dan hanya merilis ulang lagu-lagu sama dalam kurun waktu enam tahun, HUS ternyata banyak terlibat dalam proyek kompilasi dalam dan luar negeri, di antaranya adalah “War Must Be Declared Pt II” – Retribution Network (Jepang, 2006) dan “Indonesia Hardcore Punk Attaakk! – One Voice Asia Records (Singapura, 2010). Sepak terjang yang membuat mereka bisa berbagi panggung dengan jawara-jawara metal mancanegara semisal Shai Hulud (Amerika Serikat), Surrender (Australia) dan Heaven Shall Burn (Jerman) di berbagai show.

Dengan sejumlah CV yang tidak bisa dipandang sebelah mata, bukan tidak mungkin langkah Agus Suryanto (vokal), Aar Dimasta (gitar), Yuan Ari Panji (gitar), Daru Giyarto (bass) dan Yanuar Surya (dram) bakal lebih jauh lagi. Apalagi album anyarnya ini bakal dirilis di luar negeri. So, kita nantikan sepak terjang mereka selanjutnya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s