Pembuktian Dead Carnations

Menelurkan album kedua bertajuk “Start The Killing” pada Juni 2011 lalu, Dead Carnations justru tinggal menyisakan satu personel aslinya, dramer Leohardy Hermawan. Deady Velo, gitaris sekaligus pendiri band bersama Leo, sapaan Leohardy, meninggalkan band sesaat setelah album dirilis menyusul vokalis Nico Supersatan dan basis Eka Prasasty yang meninggalkan band sejak tahun 2010. Namun Leo merasa ini bukan titik terendah dalam karir musik Dead Carnations. Untuk membuktikannya, bersama dua anggota baru dan seorang additional player, mereka kini menyiapkan album ketiga.

Perbedaan visi dan misi antara Leo dan Deady menjadi pemicu didepaknya sang gitaris oleh band yang sudah dibinanya sejak 2006 ini. “Ada ketidakcocokan baik secara musikalitas maupun secara personal antara gue dan Deady sehingga dia harus dikeluarkan dari band. Kalau udah nggak nyaman memang harus pilih siapa yang cabut. Intinya itu aja,” ujar Leo.

Awalnya Leo tak mengekspos kepergian Deady karena menurutnya khalayak metal akan tahu dengan sendirinya. Namun demi menghindari penyalahgunaan nama Dead Carnations, Leo akhirnya mempublikasikan kepergian Deady di akun Facebook resmi band asal Cijantung, Jakarta Timur ini sekitar pertengahan September 2011. Padahal, Deady pergi sejak Juni 2011.

Dengan kepergian Deady, saat ini departemen gitar diperankan oleh gitaris band God of Scream, Ghozza El-Chevall, yang sebelumnya justru bermain bas dan menjadi partner Deady. Memang, image Deady sebagai gitaris utama dan penguat pondasi musik band pengusung death metal ini sudah terlanjur melekat sejak awal. Namun Ghozza tak merasa terbebani dengan hal itu Sebaliknya, dia merasa terhormat dan cukup percaya diri akan kemampuannya.

“Buat gantiin dia (Deady) dibilang beban memang beban apalagi dari pola dan riff gitar memang nggak akan sama. Tapi Alhamdulillah setelah semuanya berjalan nggak ada masalah. Beberapa lagu yang gue buat juga nggak jauh beda dengan pola yang dibuat Deady,” timpal Ghozza.

Sejak meluncur di sirkuit metal lokal lima tahun yang lalu, pergantian formasi dalam tubuh Dead Carnations seakan sudah menjadi stigma. Semua berawal pada Juni 2006, satu tahun setelah Leo dan Deady mundur dari band Antraks, di saat mereka berdua membuat proyek tanpa nama yang menggabungkan semua unsur musik metal. Setelah membuat komposisi musik yang dianggap mewakili keinginan mereka, vokalis Nico dan basis Christian melengkapi formasi proyek ini untuk menggarap album perdana “Memories of Yesterday” yang dirilis 2008.

Awalnya, band ini bernama Black Army. Namun kemudian berubah menjadi Dead Carnations lantaran dianggap mewakili genre death metal yang saat itu mendominasi barisan musik yang mereka ciptakan. Saat ini, Dead Carnations sendiri kerap melakukan persilangan sejumlah sub-genre heavy metal dan sempat dikenal publik metal sebagai pengibar ‘freestyle death metal’.

“Banyak orang bilang musik kami metalcore, nggak sedikit pula yang bilang deathcore. Itu sih terserah mereka mau bilang musik kami apa. Kami sendiri sebenarnya lebih suka dibilang freestyle death metal. Tapi label lebih suka menamai genre kami technical groovy death metal,” tambah Leo.

Pada akhir 2009, setelah ditinggal pergi Christian, mereka mulai menyiapkan album kedua dengan basis baru Eka Prasasty dan berencana merilisnya setahun berselang. Pada periode ini mereka sempat berniat pindah label ke Rottrevore Records, namun karena prosesnya dianggap ribet mereka pun kembali ke label lamanya, No Label, yang bermarkas di Surabaya. Hal inilah yang membuat perilisan album “Start The Killing” molor hingga tahun 2011. Padahal, rekamannya sudah kelar sejak Juli 2010.

“Mereka (Rottrevore) meminta kami untuk me-remaster lagu yang ada karena sound-nya dianggap kurang cocok. Kemudian mereka pun meminang band lain yang membuat kami masuk waiting list lagi. Daripada menunggu lebih lama lagi dan lagu kami makin basi akhirnya kami memutuskan pindah lagi ke ‘No Label’,” jelas Leo lagi.

Bersama No Label, Dead Carnations akhirnya merilis 1000 keping CD dimana setengahnya mereka sebarkan di pasar Amerika Serikat melalui Sevared Records. Khusus rilisan lokal sendiri, diakui Leo, album yang memuat lagu Kreator berjudul “Tormentor” ini sudah ludes terjual. Dalam proses rekamannya, Leo dan Nico juga ikut bermain gitar di sejumlah trek, tapi hanya sebagai pemain ritem. Sementara urusan lead, semua diberikan kepada Deady, kecuali lagu “Tormentor” yang menampilkan gitaris Andre Tirana ‘Siksa Kubur’ dan Innu Killharmonic. Namun siapa sangka, jauh sebelum album ini dirilis, tepatnya awal 2010, Eka cabut dari band yang kemudian disusul Nico.

Mereka lantas mendapatkan bassis baru, Akbar Ganyong namanya. Sempat digadang-gadangi bakal menjadi suksesor ideal Eka, Akbar malah pergi setelah album dirilis. Ghozza pun masuk untuk mengisi posisi kosong itu, namun dia kemudian ‘naik pangkat’ menjadi gitaris setelah Deady Velo ikut-ikutan pergi. Untuk posisi bassis sendiri saat ini Dead Carnations lebih suka menggunakan jasa additional player. Sedangkan di posisi vokalis, mereka sudah mendapatkan sosok sangar dan garang dalam diri Ozzi Jazta.

Meski kerap gonta-ganti formasi dan ditinggal tiga personel aslinya, Dead Carnatians tak terperosok ke dalam lembah keputusasaan. Langit mendung yang sempat menggelayuti tubuh mereka kini telah pudar seiring datangnya Ghozza dan Ozzi Jazta. Bahkan, saat ini mereka sedang menyiapkan materi untuk album ketiga disamping melibatkan diri dalam beberapa album kompilasi metal.

“Kami ingin keluar dari bayang-bayang kelam masa lalu dan memperlihatkan kepada rakyat metal kalau kami sudah berbeda dan masih ada. Kami akan terus berkarya, gimana ntar aja album mau laku atau nggak. Pendengar suka atau nggak itu terserah mereka,” pungkas Leo.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s