Rock Fresh Ala Seurieus

Kuintet rock asal Kota Kembang Bandung Seurieus bangkit dari tidur panjangnya dengan melempar album baru bertajuk “V” (Red Music Indonesia) sejak 5 November 2012 lalu. Perubahan terjadi pada sisi vokal, karena sejak ditinggal Candil lima tahun lalu, posisi ini kini diisi oleh pria bernama Boym. Bebunyian kibord juga sudah tak lagi terdengar sejak Ezy keluar. “Kalau sekarang pure rock yang ide awalnya gitar semua. Tapi konsep musiknya tetap sama dengan dulu karena yang main kan masih kami,” gitaris Kokow menjelaskan.

Kendati benang merah musiknya masih sama, namun dalam proses kreatif penggarapan lagu ternyata ada yang berubah. Saat masih ada Candil, Seurieus kerap melakukan jamming meski vokalis bersuara melengking itu sering tak terlibat dalam sesi tersebut. Kini, ada beberapa lagu yang dibuat on the spot oleh Kokow (gitar), Dinar (gitar), Mulki (bass) dan Hayamz (dram). “Hasilnya sangat fresh!” lanjutnya.

Gitaris yang juga berprofesi sebagai dosen seni rupa di Universitas Negeri Jakarta ini menambahkan, saat pertama kali mencari pengganti Candil mereka memang emoh mencari vokalis yang karakter vokalnya sama dengan dia. “Saat itu kan lagi kenceng-kencengnya sakit hati sama Candil jadi sempet ada ucapan ‘gue nggak mau punya vokalis kayak dia lagi’ hahaha…. Terus akhirnya setelah proses audisi nggak dapet, Kang Baron (eks gitaris Gigi) rekomendasiin Boym dan ternyata vokal dia itu lebih bernyanyi, lownya lebih enak dibanding Candil. Di mixingan juga nggak bentrok sama gitar. Kalau dulu kan selalu diotak-atik karena nada tinggi lead gitar gue selalu bentrok sama suaranya Candil. Kalau sekarang nggak…lebih aman. Dan dengan masuknya Boym, musik Seurieus itu gue analogikan begini…. ibarat gulai, dulu gulai ayam sekarang gulai kambing hahaha…”

Untuk aransemen lagu-lagu di album baru ini, Kokow mengaku tak memiliki referensi khusus dan cenderung membiarkan semuanya mengalir. “Kalau urusan aransemen kami udah refleks yah. Apalagi gue… mainin apa yang gue bisa dan gue tahu, kecuali kalau mixing misalnya Dinar ngedirect gue, gitarnya didobelin atau diapain, ditambahin high atau lownya gitu. Tapi sekarang ada tugas-tugas gitar yang harus mengisi frekuensi kibord yang kosong. Dan itu biasanya baru ketauan di hasil recording sama Hayamz (yang juga berperan sebagai engineer) atau Dinar. Kalau gue kan emang orangnya lempeng yah….block yah block aja hahaha…kadang semua part udah jadi tapi gue belum bikin leadnya hahaha…”

Pembagian porsi gitar antara Koko dan Dinar juga lebih bersifat spontan tanpa pendiskusian terlebih dahulu. “Kadang Dinar ngisi semua, karena yang lebih punya visi aransemen itu dia. Dia ngisi ritem, ngisi block, ada beberapa lead juga dia ambil. Jadi kadang sebelum gue ngetake, dia ngetake lead duluan dan ternyata bagus, ya udahlah ngapain lagi diganti hehehe…. Kalau emang gue disisain part lead yah gue ngelead tapi kalau nggak disisain gue nggak mau ngelead hahaha…Tapi kalau block memang harus dua gitar yah karena kan beda strumming.”

Dan secara keseluruhan, Kokow merasa paling kreatif dan eksplor di lagu-lagu yang notabene merupakan ciptaannya sendiri seperti “Piranha Wanita” dan “Izinkanlah”. “Lagu itu (Piranha Wanita) lumayan aneh. Jadi intronya baru gue masukin setelah lagunya udah jadi. Gue pengen masukin intro itu ke lagu lain sebenarnya tapi akhirnya dimasukin ke lagu ini. Ini lebih ke Van Halen deh lagunya. Terus kalau “Izinkahlah” itu kan agak bluesy yah, anak-anak sampai bilang ini kayak lagu Slank jaman dulu hahaha… dan akhirnya leadnya pun gue bikin kayak Pay nuansanya, soundnya pun dapet banget. Buat gue Pay itu bisa dibilang inspirasi lah.”

Seluruh proses rekaman gitar dilakukan Koko di studio Damai 75, Cipete Utara, Jakarta Selatan dengan menggunakan sistem direct dan todong. Kokow memaksimalkan penggunaan gitar banez S520EX, Fender Mexico 1992 dan gitar customnya (body Charvel, neck Jackson, tremolo Ibanez Floyd Rose) saat rekaman yang dipadukan dengan ampli Marshall JCM 2000 TSL, plus efek Fox Tonelab LE serta POD HD 500. Sedangkan Dinar, yang hanya menggunakan sistem todong, mempersenjatai diri dengan gitar Fender Highway dan Ernie Ball Sub-1, ampli Marshal JCM 2000 TSL serta efek POD XT Live.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s