Tak Ada Kata ‘Akhir’

Pasukan metal crossover asal Jakarta, Akhir, telah merilis sebuah EP (mini album) perdana, “Raw As A Rare”, sejak 19 Juli 2012 lalu melalui Militia Records dan didistribusikan oleh Demajors. Album ini berisi lima trek cepat dan tegas yang tidak menyuguhkan segala unsur basa-basi.

Kecuali nomor bertajuk “Thank You” yang melibatkan campur tangan pihak luar dalam penulisan departemen lirik, empat trek lainnya merupakan karya murni dari Ndee Gaspersz (bass/vokal), Jeff Martono (gitar) dan Ferrian RR (dram) dimana semua partnya pun dieksekusi oleh mereka sendiri. Untuk pemilihan judul “Raw As A Rare”, Ndee dkk mengaku mengacu kepada proses rekaman yang dibuat sesimpel mungkin. Tidak ribet dan tanpa banyak embel-embel. “Hanya plug n’ play dengan sedikit sentuhan editing,” demikian bunyi pernyataan yang dikutip dari siaran pers resmi Demajors.

Kendati demikian bukan berarti hasilnya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Singel jagoan “Tegar” misalnya. Nomor ini sangat straight to the point dan menggambarkan jiwa mereka seutuhnya. Riff-riff gagah yang mengawali lagu begitu sangar kala ditingkahi pukulan dram padat dan betotan bass bulat. “Tak ada alasan khusus untuk pemilihan singel ini, tapi lagu ini sangat mewakili karakteristik dari Akhir,” lanjut pernyataan itu.

Meski bernama Akhir, album mini ini tentu hanyalah awal dari langkah panjang mereka. Tanpa berpikir muluk-muluk atau berkhayal untuk menjadi beken, Ndee dkk merasa cukup puas dengan perilisan karya debutnya ini dan akan kembali menggebrak lewat kejutan-kejutan lain. Intinya, tak ada akhir bagi Akhir. “Ini adalah tahapan awal kami untuk melangkah kepada tahapan selanjutnya.”

Usia Akhir sendiri masih sangat muda. Terbentuk pada Januari 2010, band ini banyak dirasuki musik dari band-band seperti Strife, Metallica, Prong, Pantera hingga Edane. Awalnya, Akhir digawangi empat 4 orang, yakni, Ndee Gaspersz (bass/vokal), Jeff Martono (gitar), Tesh Reinhard (gitar), dan Ronald (dram) dan sempat malang melintang di panggung-panggung ‘bawah tanah’ lokal semisal Blackhole dan Thrash Attack.

Karena timbulnya perbedaan visi, Tesh lantas cabut dan band melanjutkan sepak terjang mereka dengan tiga personel tersisa. Namun dramer Ronald pun kemudian hengkang dan digantikan Denny Perdana. Dengan formasi ini mereka merekam lima lagu untuk dimasukkan ke dalam EP “Raw As A Rare”. Namun keberadaan Denny pun hanya setahun. Di awal 2012 ia keluar karena masalah pribadi hingga akhirnya sosok Ferrian muncul pada Maret 2012 hingga sekarang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s