Richie Rich

Awal Berdiri
Cerita berawal saat Riki menyerahkan semua lagu yang ia buat pada Tmon, sahabatnya. Tmon salah satu gitaris berbakat di Leuwiliang yang juga pengelola studio recording sederhana dengan antusias mengaransemen semua komposisi. Awal tahun 2008, proses recording mulai berjalan.

Siang malam Tmon menuangkan semua ide dalam pikirannya demi hasil terbaik dari lagu-lagu tersebut. Tak jarang pula Riki menemaninya di studio. Hingga akhirnya ada kecocokan di antara mereka, baik dalam hal selera maupun ambisi. Hal yang mendorong Tmon mengajak Riki membentuk sebuah band. Tujuannya sangat jelas, membawakan lagu karya sendiri dan mempublikasikan pada masyarakat. Dengan harapan mencapai satu tujuan yang dicari kebanyakan band pada umumnya, dilirik perusahaan rekaman.

Gayung pun bersambut, Riki mengamini keinginan Tmon dengan semangat. Maklum saja, vokalis yang mengidolakan Axl Rose (Guns N’ Roses) dan Sebastian Bach (Skid Row) ini sudah tak pernah latihan band selama setahun. Jadi bisa dibilang ajakan Tmon ini mengobati rasa kangen Riki.

Dan bagi mereka berdua memilih bassis serta drummer yang cocok dalam semua aspek tidaklah membutuhkan waktu lama. Mengingat sudah ada dua nama yang mereka kenal luar dalam. Nama itu adalah Iwock dan Acel.
Kebetulan juga selera musik mereka memang terbilang sama, classic rock. Bahkan sejak pertama kali mereka bermain dengan band-nya masing-masing keempat anak muda ini sangat identik dengan suasana rock 80an. Inilah yang coba mereka pertahankan.

Tanpa buang waktu Tmon (gitar), Riki (vokal), Iwock (bas), Acel (drum) melakukan pemanasan di studio dengan membawakan lagu-lagu Megadeth seperti Dread And Fugitive Mind, Never Walk Alone…A Call To Arms, Angry Again dan Blood of Heroes. Ditambah lagu-lagu God Bless dan Gong 2000 semisal ‘Menjilat Matahari’, ‘Bla bla bla’, ‘Maret 1989’ dan ‘Kepada Perang’ lambat laun chemistry mulai tercipta. 26 April 2008, mereka mendeklarasikan berdirinya sebuah band bernama Richie Rich.

Sejak saat itu Richie Rich bukan saja dikenal sebagai band yang membawakan lagu dari band-band favorit yang mempengaruhi selera musik mereka, tapi lagu-lagu karya sendiri pun mulai berkumandang di studio LP yang bermarkas di Pamagersari Leuwimekar ini.

Asal Usul Nama Band
Tak ada arti atau filosofi khusus atas pemilihan nama Richie Rich. Nama ini diambil dari judul film kartun kesukaan Riki yang diputar TVRI sekitar pertengahan tahun 80an. Awalnya band ini bernama ‘Bumble Bee’ namun namanya berubah menjadi Richie Rich setelah mereka mendengar ada band lain dengan nama yang sama.

Meski tanpa filosofi khusus, pemilihan nama Richie Rich tidaklah asal comot. Proses pengundian yang lumayan alot telah dilakukan Tmon, Riki, Iwock, dan Acel. Hal ini dilakukan karena tiap personel memiliki nama pilihannya. Tapi mungkin sudah takdir akhirnya nama Richie Rich yang keluar saat pengundian. Nama yang sudah menjadi idaman Riki jauh sebelum band ini terbentuk.

Mungkin banyak orang menganggap band ini proyek solonya Riki, mengingat nama Richie Rich mirip dengan nama vokalis yang juga mengagumi Achmad Albar (God Bless) dan Eki Lamoh (eks Edane) ini. Namun dengan segera Riki menepis anggapan itu.

“Saya tegaskan Richie Rich adalah sebuah band baik di studio maupun di panggung, karena kami mengerjakan semua lagu bersama-sama. Jika di atas panggung saya melakukan sesuatu yang berbeda, saya rasa wajar karena saya adalah frontman. Jika banyak orang yang bilang Richie Rich seperti proyek solo, itu pendapat mereka, bukan kami,” tutur vokalis yang mengaku bangga memiliki teman seperti Tmon, Iwock, dan Acel ini.

The Men Behind The Gun
‘The men behind the gun’ demikian istilah yang sering kita dengar untuk menjuluki orang-orang di balik berdirinya serta sukses tidaknya sebuah band, team, atau perusahaan. Tak terkecuali bagi Richie Rich, band ini memiliki the men behind the gun yang siap menarik pelatuk pistol itu kapan saja. inilah mereka!

Di antara empat personel Richie Rich, rasanya hanya Tmon yang paling pendiam. Bisa juga dibilang misterius, lantaran sifatnya yang agak tertutup pada orang lain. Meski begitu, Tmon seperti merelakan mati hidupnya untuk Richie Rich. Buktinya, ia rela menelantarkan Ein Fuhrer, bandnya saat ini.

Gitaris kelahiran 30 Desember 1983 ini terjun ke dunia musik sejak duduk di bangku sekolah. Ia rajin latihan dengan band sekolah bersama kawan-kawannya. Tmon sangat menikmati itu dan sejak awal dia menempati posisi gitar. Kepiawaiannya sebagai pemain gitar dimulai sejak bergabung dengan Aureola, band underground asal BTN Leuwiliang. Meski begitu sempat pula ia bermain bass saat tergabung dalam Baraya.

Kemampuan memetik gitar sepertinya merupakan bakat pemberian alam. Tanpa harus mengikuti sekolah musik yang mahal pengagum John Petrucci (Dream Theater) dan Mark Tremonti (Alter Bridge) ini telah memenangkan berbagai festival band. Juara III Freedom Music Action 2007 sekaligus gelar ‘Gitaris Terbaik’ adalah prestasi yang berhasil Tmon raih bareng bandnya, Ein Fuhrer. Ditambah gelar Juara III di gelaran yang sama setahun berikutnya, nampaknya Tmon memang gitaris yang patut diperhitungkan.

Agak berbeda dengan Tmon, Riki dikenal meledak-ledak dan lebih terbuka pada orang. Ia pun memiliki selera musik yang terbilang rakus sejak kecil. Nyaris semua jenis musik ia dengar. Namun saat menginjak remaja seleranya mulai mengkerucut pada satu titik, ia cinta mati dengan band-band old school glam seperti Guns N’ Roses, Motley Crue, Slaughter, dan Poison. Jenis musik ini sedikit banyak jadi pengaruh saat ia ngotot punya band rock.

Band pertamanya yang bernama Snyper dibentuk tahun 1993. Dua tahun merasakan bulan madu bareng Snyper, akhirnya band ini bubar tahun 1995. Setelah itu Riki dikenal punya konsep ‘bentuk, main, bubar’ di setiap band yang ia pimpin. Tak kurang sepuluh band telah ia bentuk dan semuanya hanya seumur jagung. Meski demikian, vokalis kelahiran 13 Nopember 1978 ini pernah meraih gelar Juara I Kla Project Official Fans Club Festival 2001 saat tergabung dalam RDA Band, dan Juara III Festival Musik Bone ketika memimpin Saderek bareng Iwock.

Selain Tmon dan Riki, nama Iwock juga tak bisa dilepaskan begitu saja dari Richie Rich. Meski bukanlah pendiri band, namun di tangan pengagum Billy Sheehan (Mr. Big) dan Thomas Ramdhan (Gigi) inilah denyut jantung band ini terus berdenyut.

Iwock merupakan pendentum bass gitar yang memiliki pengaruh dan sarat prestasi. Ia cukup mengkilat saat merebut gelar ‘Bassis Terbaik’ Festival Band Gelar Kreasi 3 tahun 1999 saat tergabung dalam April Plus. Band-nya sendiri merebut Juara 3 saat itu. Tak sampai disitu saja, di tahun yang sama April Plus lagi-lagi meraih Juara 3 di Festival Kreasi Anak Bangsa.

Dilengkapi gelar ‘Band Terbaik se-Bogor Barat 2001’ saat membentuk band Simple X serta Juara 3 Festival Musik Bone tahun 2004 saat menggawangi Saderek bareng Riki, sepertinya bassis kelahiran 20 Juli 1978 ini memang bakal menelurkan sesuatu yang baru bagi Richie Rich lewat sentuhan musiknya.

Nama terakhir yang juga tak bisa dilupakan adalah Acel. Sebagai pemain drum Acel kagum berat sama Ian Paice (Deep Purple), Jon Bonham (Led Zeppelin), dan Rere (eks Grass Rock). Saking kagum, sampai gaya permainan ketiga nama itu akhirnya sangat mempengaruhi permainan Acel. Tapi perlahan ia mulai berusaha menemukan karakternya sendiri.

Ketika berusia 19 tahun, Acel sempat tergabung dalam band Nocturnal. Melalui band inilah Acel mulai menapaki karir musiknya. Namun setelah band yang sering membawakan lagu-lagu Metallica ini bubar, Acel seperti tak memiliki band yang pasti. April Plus, Simple X, Oktav, dan Alexander The Great sempat ia singgahi sebelum bergabung dengan Richie Rich.
Prestasi terbaik drummer kelahiran 16 Maret 1974 ini adalah gelar ‘Band Terbaik se-Bogor Barat’ di tahun 2001 saat tergabung di Simple X bersama Iwock.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s