Helvi Eriyanti

Ketertarikan Helvi Eriyanti terhadap bass belum berlangsung terlalu lama. Baru terjadi sejak tahun 2011, setelah ia merampungkan pendidikan formalnya di SMK. “Itu pun masih agak-agak cuek sama bassnya hahaha… Kalau sekarang baru bener-bener ngerasa kalau sebenarnya aku memang bassis,” perempuan kelahiran 3 November 1993 mengungkapkan.

Peristiwa tersebut sebenarnya sedikit ‘dinodai’ kata ‘terpaksa’, dimana kala itu teman-temannya yang notabene para dramer mengajaknya membentuk sebuah band. Helvi, yang juga masih berperan sebagai penggebuk dram akhirnya mengalah dan memilih untuk memainkan bass demi berdetaknya jantung band tersebut. Dan sebagai dramer, Helvi juga pernah membentuk band tanpa nama dengan formasi Ika (vokal), Edi (gitar), Romansyah (bass), Sopian (gitar), dan tentu saja dirinya.

Namun kini, perempuan yang memilih “Pelangi” (Koes Plus) sebagai lagu pertama yang diuliknya sendiri ini, begitu identik dengan instrumen bass dan dikenal memiliki aksi panggung yang atraktif serta eksentrik. Ia nyaris tak bisa diam dan kerap mondar-mandir ke setiap sudut panggung saat tampil bersama bandnya Khabut. “Aku pernah mau ngerobohin panggung karena nggak bisa diem,” kenangnya.

Kini pengagum Flea (Red Hot Chili Peppers) ini telah meninggalkan Khabut dan bergabung dengan band asal Bogor, Play yang telah meluncurkan singel “Indahnya Dunia” sejak Agustus 2015 dan siap merilis album perdananya di awal 2016 mendatang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s