Raka ‘Akhatea’ Herdian

Terlahir pada Oktober 1989, Raka Herdian terlanjur memilih jalan untuk menjadi gitaris solo dan emoh tergabung secara permanen dalam sebuah band. Alasannya cukup jelas, ia merasa sulit menyamakan ego dengan orang lain serta susah mengatur waktu latihan dan manggung dengan jadwal pekerjaan utamanya yang kadang mengharuskannya bekerja di akhir pekan. Namun, ucapnya, gitar tetap lah yang utama.

Karenanya, ia akan selalu menyisihkan waktunya untuk mencumbui alat musik petik itu meskipun hal tersebut dilakukan di malam hari saat ia kesulitan memejamkan kedua bola matanya. Sementara ajakan ngeband dari rekan-rekannya hanya akan ia ambil sesekali saat ia benar-benar memiliki jadwal kosong. Itu pun, tetap dengan status additional. “Saya agak idealis. Selain dalam hal selera juga dalam hal jadwal. Lebih baik menjalani status sebagai gitaris solo aja,” ucap pria yang mengidolakan gitaris Kotak Cella.

Sayangnya, kendati telah memilih untuk menjadi gitaris solo Raka justru belum memiliki stok lagu yang cukup banyak. Selain lagu “Heart, Mind & Soul” yang ia libatkan ke dalam kompetisi gitar online bergengsi garapan Majalah GitarPlus “Supergitar Competition 2014”, gitaris yang jarang mengumbar pola permainan cepat ini mutlak hanya memainkan lagu-lagu dari para gitaris panutannya saat ia tampil di sejumlah acara berorientasi gitar. Lalu hambatan apa saja yang membuatnya menjadi kurang produktif? “Buat saya main musik itu cuma buat hobi, nggak ngejar target. Niat bikin lagu dan album sebenernya ada dan pengen banget. Tapi santai aja lah.”

Raka sendiri sudah mengenal gitar sejak ia masih mengenyam pendidikan di bangku SD dan mulai serius memainkannya setelah masuk SMP. Lagu pertama yang diuliknya sendiri adalah “Begitu Indah” dari Padi yang menurutnya memiliki aransemen asik dan ear-catching. Sepanjang perjalanan bermusiknya, sebagai gitaris, Raka pernah menyabet gelar gitaris terbaik di sebuah festival yang dihelat oleh band Kotak saat mereka merayakan hari jadinya yang ke-8 pada 2012 lalu. Sementara band yang menaungi Raka saat itu, D’Glamours, sukses meraih juara kedua.

Raka juga berhasil mengalahkan dua pesaingnya, Mahesa dan Yonas Prayudhi, setelah terpilih sebagai gitaris yang memiliki jumlah voting terbanyak plus kualitas permainan gitar, komposisi serta video (durasi, terlihat wajah, dan penggunakan satu kamera) yang paling memenuhi syarat di “Supergitar Competition 2014″. Sebagai juara favorit, selain mendapatkan sejumlah hadiah Raka juga dilibatkan ke dalam album kompilasi “Nothing But Guitar Vol. 2″ berbagi tempat dengan barisan gitaris nomor wahid Tanah Air dan gitaris Guns N’ Roses Ron “Bumblefoot” Thal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s