STIAMI 28th Anniversary, Tebar Cinta Lewat Musik

“Menjadi Kampus Pilihan yang Dicintai”, demikian tajuk peringatan hari lahir STIAMI (Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia) ke-28 yang dihelat di Integrity Convention Center, Mall Mega Kemayoran pada Jumat, 28 Januari 2011.

Sejak berdiri pada 27 Januari 1983, STIAMI telah memperoleh kepercayaan pemerintah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi karena mampu melahirkan talenta-talenta akademi menjanjikan. STIAMI telah mencetak ribuan alumni berkelas yang memberi kontribusi besar bagi pertumbuhan sosial, pendidikan dan ekonomi di Tanah Air. Untuk itu, selain sebagai wujud syukur kepada Tuhan, peringatan hari jadi ini menjadi pengenalan STIAMI secara global kepada calon mahasiswa baru mereka.

Acara ini sendiri tidak hanya diisi dengan kegiatan akademis dan seremonial hari lahir. Tetapi juga kegiatan non akademis seperti penampilan band-band yang saat ini cukup popular di kalangan remaja seperti Pee Wee Gaskin, The En7oy, Sangaji, dan Parcel feat. Edwin Cokelat.

“Tahun ini kami ingin membuat satu perubahan dalam hal kegiatan seremoni. Musik itu kan satu kegiatan yang disukai anak muda, jadi kalau kampus kami mau dicintai harus menampilkan sesuatu yang digandrungi anak muda,” tutur M. Agus Cholik, SE, MM selaku Wakil Ketua III STIAMI.

Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB ini juga dilengkapi sebuah program bertema “Program STIAMI Peduli SMA”. “Program ini kami buat sebagai bentuk perhatian pada anak-anak SMA yang ingin masuk STIAMI tapi mengalami kesulitan biaya. Dengan situasi apapun bisa kami upayakan,” beber Agus lagi.

Dan setelah acara utama kelar, para mahasiswa/i STIAMI pun dimanjakan oleh The En7oy yang membuka penampilannya dengan “Mars STIAMI” serta “Selamat Ulang Tahun” dari Jamrud. Lalu ada penampilan Sangaji yang membawakan lagu “Cinta Satu Malam” dengan versi liar ala mereka yang membuat para mahasiswa/i ikut bernyanyi dan berjingkrak.

Parcel feat. Edwin Cokelat yang tampil nge-rock dengan mengumandangkan “We Will Rock You” milik Queen juga tak kalah menggugah selera. Namun bintang sesungguhnya tentu saja Pee Wee Gaskin. Band yang baru merilis full album ini menampilkan beberapa hits mereka seperti “Dari Mata Sang Garuda” dan “Di Balik Hari Esok”. Namun, ada yang berbeda dari penampilan band yang namanya diambil dari salah satu tokoh serial killer asal North Carolina, Amerika Serikat ini dimana kelima personelnya menyembunyikan tato yang menempel di sekujur tubuh mereka dengan pakaian yang serba tertutup. Wah, ini pasti pesan panitia!

Cukup beralasan kalau panitia mengharapkan Pee Wee Gaskin tampil sedikit santun. Karena band ini seperti tidak pernah lepas dari hal-hal miring. Mulai dari stigma sombong yang melekat erat, dilempari nyaris setiap kali manggung, hingga adanya gerakan yang menamakan diri ‘Anti-Pee Wee Gaskin’. Baru-baru ini mereka bahkan kembali dilempari penonton saat tampil di Surabaya dan acara Dahsyat di RCTI.

Setelah Pee Wee Gaskin, salah satu band bernama Edelweis tampil garang membawakan “Bintang Kehidupan” milik Nike Ardilla dengan aransemen heavy metal yang menggerus gendang telinga namun tetap dengan semangat cinta damai.

Selama 28 tahun eksistensi STIAMI di dunia akademi, mereka memang pernah mengadakan kegiatan seperti ini. Tapi tahun ini sedikit berbeda dengan menampilkan kegiatan multirupa terutama dilihat dari sisi para penampil. STIAMI nampaknya ingin menebarkan pesan cinta lewat musik, tak melulu lewat aksi-aksi akademis yang formal. Selamat ulang tahun STIAMI dan sukses selalu!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s