Siaran Pers “Kupas Dawai #2”

Tak butuh waktu lama bagi Bogor Guitar Funatics (BGF) untuk menghelat event “Kupas Dawai” yang keduanya. Setelah menggelar edisi pertama pada 28 November 2015 kemarin, bersama narasumber Yanto ‘Rief Guitarworks’ – seorang luthier gitar asal Bogor yang telah membuat puluhan gitar custom bagi profil-profil tinggi seperti Donny Suhendra dan Indro Hardjodikoro – kami hadir kembali di bulan Desember 2015 dengan tema dan narasumber berbeda yang tak kalah menggairahkan.

Dihelat di Erafone Megastore, Jl. Padjajaran Bogor pada 12 Desember 2015 dengan tema “How to Optimize Your Sound & Equipment?”, “Kupas Dawai #2” akan menghadirkan narasumber seorang produser, aranjer, sound engineer sekaligus gitaris yang sudah malang melintang di semesta musik Tanah Air, Denny Chasmala. Denchas – demikian sapaannya – akan memberikan ‘tausiah’ tentang bagaimana seorang gitaris mengoptimalkan sound dan equipment-nya baik saat proses rekaman maupun tampil di atas panggung. Ia juga akan berbagi pengalaman bermusiknya, mulai dari kali pertama berkarir, menjadi gitaris studio, menjadi gitaris additional band-band besar, hingga menjadi aktor utama di balik kesuksesan album-album milik Imaniar, Tere, Dewi Sandra, Shanti, Titi DJ, D’Masive, Ungu, Bondan Prakoso dan lain-lain.

Seperti sebelumnya, suguhan penampilan para gitaris BGF juga akan ditampilkan baik secara perorangan maupun dalam konsep jamming unik yang sudah menjadi ‘merk dagang’ kami. Bagi siapapun gitaris Bogor yang ‘bernyali’, silahkan hadir ke acara “Kupas Dawai #2” untuk menikmati sajian tausiah musikal dari Denchas dan ber-jam session dengan para member BGF dalam suasana akrab yang penuh kekeluargaan pada:

Sabtu, 12 Desember 2015
Mulai pukul 17.00 – 21.00 WIB
Di Erafone Megastore
Ruko Taman Palem
Jl. Padjajaran No. 21, Bogor

Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya!

Siaran Pers “Kupas Dawai #1”

Setelah rehat selama sebulan, kami hadir kembali di bulan November 2015 ini dengan konsep gathering yang berbeda dibandingkan dengan 12 edisi sebelumnya. Selain lokasi venue yang bakal berpindah-pindah setiap bulannya, event BGF kali ini juga akan lebih menampilkan sesi diskusi bersama para narasumber (lokal maupun nasional) berkualitas sesuai tema yang diangkat.

Untuk edisi pertama di tahun kedua sejak terbentuk pada 30 Agustus 2014, gathering BGF yang sekarang kami namai “Kupas Dawai” akan mengusung tema “The Best Way to Build Your Custom Guitar” bersama narasumber Yanto ‘Rief Guitarworks’, seorang luthier asal Bogor yang telah membuat puluhan gitar custom bagi para gitaris Kota Hujan serta gitaris serta bassis ternama nasional semisal Donny Suhendra (Krakatau, Adegan, Syaharani & The Queenfireworks, Java Jazz, Trakebah) dan Indro Hardjodikoro (The Fingers, Halmahera, SimakDialog, Tohpati Ethnomission, Trisum).

Di “Kupas Dawai #1” ini, Yanto akan memberikan tips-tips penting buat para gitaris yang ingin membuat gitar agar instrumen dambaannya sesuai dengan keinginan. Mulai dari pemilihan jenis kayu, teknik pengukuran dan pewarnaan bodi, pemilihan pick-up, pengukuran jarak antar senar, pemahaman kualitas neck, hingga pengenalan standarisasi ukuran dan jarak antar fret.

Kendati lebih ke sisi diskusi, bukan berarti “Kupas Dawai #1” tidak akan menyuguhkan sisi entertainment. Aksi panggung para member BGF akan tetap dihidangkan, namun dengan jumlah penampil yang telah melalui proses kurasi demi menjaga efektivitas acara dan efisiensi waktu.

Ritual jam session, yang telah didaulat sebagai penutup tirai gathering-gathering sebelumnya, juga akan kami pertahankan dengan konsep unik yang telah menjadi ciri khas komunitas ini sejak kali pertama berdiri. Yakni, menggunakan jumlah gitar terbatas (3-4 buah) di atas pentas namun menampilkan seluruh member BGF dan penonton secara bergantian dengan iringan musik (baik band maupun minus one) yang terus mengalun tanpa jeda. Konsep ini bahkan telah menginspirasi beberapa komunitas gitar di Indonesia yang tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami.

Untuk itu, bagi siapapun pecinta gitar yang berdomisili di Kota Bogor dan sekitarnya silahkan hadir di acara “Kupas Dawai #1” yang akan dihelat pada:

Hari: Sabtu, 28 November 2015
Jam: 16.00 – 21.00 WIB
di Te’sra Cafe, Komplek Ruko Braja Mustika – Jl. Dr. Semeru Bogor

Acara ini gratis dan terbuka untuk umum!

Terima kasih.

 

Event Penyerahan Hadiah “Supergitar Competition 2014”

Penyelenggaraan kompetisi gitar bergengsi “Supergitar Competition 2014” telah usai, dan empat peserta telah didaulat sebagai juaranya. Mereka adalah Gavin Iedema dengan lagu “Unspiring” (Juara I), Dedek Kamajaya dengan “Unconcious” (Juara II), Wiratama Putra Petir – Nenek Kakek” (Juara III) dan Raka Herdian – “Heart, Mind and Soul” (Juara Favorit). Keempatnya dipastikan mendapatkan sejumlah hadiah utama dan dilibatkan ke dalam album kompilasi bertajuk “Nothing But Guitar Vol.2”.

Supergitar Competition sendiri merupakan kompetisi gitar online yang dilaksanakan di website http://www.djarumsuper.com di tahun 2014 lalu. Kompetisi ini mengusung konsep online video competition dimana seluruh peserta meng-upload video permainan gitarnya untuk dinilai oleh para juri yang telah ditunjuk oleh penyelenggara.

Periode video submission kompetisi ini dilaksanakan pada 15 September – 15 November 2014 dan berhasil menjaring lebih dari 600 video dimana pada babak penyisihan 10 juri yang terdiri dari Jubing Kristianto, Edo Widiz, Ginda Bestari, Iman J-Rocks, Irvan Borneo, Pupun Dudiyawan, DD Crow, Ezra Simanjuntak, Taraz Bistara dan pemimpin redaksi Majalah GitarPlus Mudya Mustamin telah memilih 10 video terbaik dari 10 peserta yang selanjutnya masuk ke tahap penjurian final.

Pada tahap penjurian final yang berlangsung Desember 2014, empat juri “Supergitar Competition 2014”: Gugun dari Gugun Blues Shelter, Agung Hellfrog dari Burgerkill, Denny Chasmala dan I Wayan Balawan juga telah memilih empat video terbaik dari empat peserta yang menjadi pemenang kompetisi dimana mereka kini bersanding dengan gitaris-gitaris ternama Indonesia semisal Iman (J-rocks), Ginda Bestari, Adrian Adioetomo, Ipunk (Power Metal), Taraz Bistara (T.R.I.A.D, The Taraz) dan dua juri babak final Agung Hellfrog (Burgerkill) dan Denny Chasmala serta satu tamu spesial Ron “Bumblefoot” Thal (Guns N Roses) di album garapan majalah GitarPlus “Nothing But Guitar Vol.2”.

Pesta penyerahan hadiah bagi para pemenang kompetisi “Supergitar Competition 2014” yang diusung oleh Majalah GitarPlus bersama komunitas SuperMusic ID ini akan digelar di Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan, dimana dalam acara tersebut tak hanya akan menampilkan aksi panggung para pemenang kompetisi tetapi juga perwakilan juri babak penyisihan dan babak final: I Wayan Balawan, Jubing Kristianto dan Iman J-rocks serta gitaris non-juri yang kerap tampil di event-event GitarPlus, Andry Muhammad

Tak hanya itu. Sebagai bentuk apresiasi penyelenggara kepada para musisi yang ada di seluruh Indonesia beberapa komunitas gitar dan musik di seputaran Jabodetabek juga dipastikan hadir dan tampil untuk memeriahkan acara ini. Di antaranya adalah Land of Guitarists (LOG), Indonesian Rockz, Indonesian Fingerstyle Guitar Community (IFGC) dan Bogor Guitar Funatics (BGF). Juga bakal ada penampilan dari Gan Gan & Ahmad Sebastio ‘Sahara’, Mahir & The Alligators, Trodon, Turi ‘Pendulum’, Chikave & Youslam, Balum dan Trio Pentatonic feat. Daeng Octav ‘Edane’
Pada kesempatan yang sama, event ini juga akan menjadi penanda dirilisnya album “Nothing But Guitar Vol.2” yang telah digarap secara maraton oleh pihak GitarPlus selama dua pekan terakhir. Dan bagi yang ingin mendapatkan album ini, bisa langsung membelinya di lokasi acara selama acara berlangsung. Untuk itu kami mengundang rekan-rekan media untuk hadir di acara penyerahan hadiah “Supergitar Competition 2014” yang akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal : Sabtu, 7 Februari 2015
Waktu              : Pukul 16.00 – 23.00 WIB
Tempat            : Atrium Cilandak Town Square, Jakarta Selatan

Bogor Guitar Funatics (BGF) 5th Gathering

Setelah sukses dengan empat gathering pertama, komunitas gitaris dan bassis “Bogor Guitar Funatics” (BGF) kembali menggelar gathering kelima yang akan dihelat pada 28 Februari 2015 di Legato Cafe (A&G Music), Jl. Pandu Raya, Bogor Utara. Tidak seperti sebelumnya yang kerap dibumbui sejumlah penampil berformat band, gathering kali ini hanya akan menampilkan komunitas Akar Bambu sebagai satu-satunya band yang tampil. Itu pun, dengan konsep akustik.

Biondi Noya (Van Java) dan Eka Prasasti (Dead Carnations), kali ini didaulat sebagai penampil utama, dan akan berbagi panggung dengan sejumlah member BGF semisal Marcell Hadisaputro (Dean Guitars endorsee), Shena Ariyandi, Dede Aldrian, Xeva Septucci, Acoy ‘Rocker Kasarunk’ dan banyak lagi.

Selain itu akan diselingi pula dengan sesi sharing dan tanya jawab seputar musik dan gitar serta sesi jamming yang menampilkan line-up utama Azizul Hakim (gitar), Hilman (bass), Fahmi (dram) dan dua bintang tamu Biondi Noya dan Eka Prasasti. Untuk itu, kami mengundang rekan-rekan media untuk hadir di acara “Bogor Guitar Funatics 5th Gathering” yang akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal : Sabtu, 28 Februari 2015
Waktu              : 18.00 – 23.00 WIB
Tempat            : Legato Cafe (A&G Music ), Jl. Pandu Raya, Bogor Utara

Bogor Guitar Funatics (BGF) 2nd Gathering

Setelah sukses dengan acara gathering perdana pada 11 Oktober 2014 lalu, komunitas gitaris dan bassis “Bogor Guitar Funatics” (BGF) kembali menggelar gathering kedua yang akan digelar pada 22 November 2014 di tempat yang sama, Legato Cafe (A&G Music), Jl. Pandu Raya, Bogor Utara.

Seperti sebelumnya, selain akan menghidangkan menu berorientasi gitar di atas panggung gathering ini juga akan menampilkan suguhan berformat band yang diselingi dengan sesi sharing seputar gitar dan musik serta ditutup dengan sesi jamming yang menampilkan seluruh gitaris, baik penampil maupun penonton.

Demi menambah gairah dan greget acara, kali ini “Bogor Guitar Funatics” mengundang dua gitaris asal Jakarta, yakni Andy Owen (GitarPlus, Ibanez & Peavey endorsee) dan Gavin Iedema (Vox endorsee) yang akan berbagi panggung dengan para member BGF semisal Dede Aldrian dan Arien Shredder.

Tak hanya itu, owner Majalah GitarPlus, C. Intan Pratiwi, yang akrab disapa Mbak Intan juga dikabarkan akan hadir dalam acara ini memberikan support kepada BGF sekaligus mengisi salah satu slot sesi sharing.

Untuk itu, kami mengundang rekan-rekan media untuk hadir di acara “Bogor Guitar Funatics 2nd Gathering” yang akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal : Sabtu, 22 November 2014
Waktu              : 18.00 – 23.00 WIB
Tempat            : Legato Cafe (A&G Music ), Jl. Pandu Raya, Bogor Utara

Bogor Guitar Funatics (BGF) 1st Gathering

Akhir-akhir ini event bertema gitar makin marak digelar, dari yang bertaraf nasional hingga ke lingkup komunitas di berbagai daerah. Event seperti ini bahkan telah menyita perhatian banyak kalangan, bukan hanya gitaris dan musisi tapi juga masyarakat umum. Padahal sebelumnya, acara yang hanya menampilkan pemain gitar di atas panggung seperti ini belum dianggap sebagai tontonan yang menghibur.

Bogor Guitar Funatics (BGF), sebuah perkumpulan gitaris dan bassis yang berdomisili di wilayah Bogor, mencoba melanjutkan tongkat estafet kejayaan event bertema gitar tersebut melalui sebuah acara pertamanya sejak terbentuk Agustus 2014 lalu. Event tersebut bertajuk “Bogor Guitar Funatics 1st Gathering”.

Kendati demikian, demi menciptakan sebuah tontonan yang menarik, di acara ini BGF akan tetap menyuguhkan secuil menu berformat band yang akan diselingi dengan sharing interaktif, games, dan jam session. Dengan demikian, selain menghibur acara ini diharapkan juga bisa mengedukasi penonton yang hadir karena banyak ilmu seputar gitar yang akan dibagikan oleh para penampil.

Dalam acara ini sendiri akan tampil Koko Seurieus yang dilengkapi oleh para anggota BGF, antara lain Marsel Hadisaputro (Dean Guitars Endorsee), Shena (Kesna Band), Azizul Hakim (Maxima, Runier And Friends), Abud (Cemen Jawa), Uncal (Revenge The Pain, No Excuses, Pogo Zombie) dan Acoy (Rocker Kasarunk).

Untuk itu, kami mengundang rekan-rekan media untuk hadir di acara “Bogor Guitar Funatics 1st Gathering” yang akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal : Sabtu, 11 Oktober 2014
Waktu              : 17.00 – 23.00
Tempat            : Legato Cafe (A&G Music ), Jl. Pandu Raya, Bogor.

STIAMI 28th Anniversary, Tebar Cinta Lewat Musik

“Menjadi Kampus Pilihan yang Dicintai”, demikian tajuk peringatan hari lahir STIAMI (Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia) ke-28 yang dihelat di Integrity Convention Center, Mall Mega Kemayoran pada Jumat, 28 Januari 2011.

Sejak berdiri pada 27 Januari 1983, STIAMI telah memperoleh kepercayaan pemerintah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi karena mampu melahirkan talenta-talenta akademi menjanjikan. STIAMI telah mencetak ribuan alumni berkelas yang memberi kontribusi besar bagi pertumbuhan sosial, pendidikan dan ekonomi di Tanah Air. Untuk itu, selain sebagai wujud syukur kepada Tuhan, peringatan hari jadi ini menjadi pengenalan STIAMI secara global kepada calon mahasiswa baru mereka.

Acara ini sendiri tidak hanya diisi dengan kegiatan akademis dan seremonial hari lahir. Tetapi juga kegiatan non akademis seperti penampilan band-band yang saat ini cukup popular di kalangan remaja seperti Pee Wee Gaskin, The En7oy, Sangaji, dan Parcel feat. Edwin Cokelat.

“Tahun ini kami ingin membuat satu perubahan dalam hal kegiatan seremoni. Musik itu kan satu kegiatan yang disukai anak muda, jadi kalau kampus kami mau dicintai harus menampilkan sesuatu yang digandrungi anak muda,” tutur M. Agus Cholik, SE, MM selaku Wakil Ketua III STIAMI.

Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB ini juga dilengkapi sebuah program bertema “Program STIAMI Peduli SMA”. “Program ini kami buat sebagai bentuk perhatian pada anak-anak SMA yang ingin masuk STIAMI tapi mengalami kesulitan biaya. Dengan situasi apapun bisa kami upayakan,” beber Agus lagi.

Dan setelah acara utama kelar, para mahasiswa/i STIAMI pun dimanjakan oleh The En7oy yang membuka penampilannya dengan “Mars STIAMI” serta “Selamat Ulang Tahun” dari Jamrud. Lalu ada penampilan Sangaji yang membawakan lagu “Cinta Satu Malam” dengan versi liar ala mereka yang membuat para mahasiswa/i ikut bernyanyi dan berjingkrak.

Parcel feat. Edwin Cokelat yang tampil nge-rock dengan mengumandangkan “We Will Rock You” milik Queen juga tak kalah menggugah selera. Namun bintang sesungguhnya tentu saja Pee Wee Gaskin. Band yang baru merilis full album ini menampilkan beberapa hits mereka seperti “Dari Mata Sang Garuda” dan “Di Balik Hari Esok”. Namun, ada yang berbeda dari penampilan band yang namanya diambil dari salah satu tokoh serial killer asal North Carolina, Amerika Serikat ini dimana kelima personelnya menyembunyikan tato yang menempel di sekujur tubuh mereka dengan pakaian yang serba tertutup. Wah, ini pasti pesan panitia!

Cukup beralasan kalau panitia mengharapkan Pee Wee Gaskin tampil sedikit santun. Karena band ini seperti tidak pernah lepas dari hal-hal miring. Mulai dari stigma sombong yang melekat erat, dilempari nyaris setiap kali manggung, hingga adanya gerakan yang menamakan diri ‘Anti-Pee Wee Gaskin’. Baru-baru ini mereka bahkan kembali dilempari penonton saat tampil di Surabaya dan acara Dahsyat di RCTI.

Setelah Pee Wee Gaskin, salah satu band bernama Edelweis tampil garang membawakan “Bintang Kehidupan” milik Nike Ardilla dengan aransemen heavy metal yang menggerus gendang telinga namun tetap dengan semangat cinta damai.

Selama 28 tahun eksistensi STIAMI di dunia akademi, mereka memang pernah mengadakan kegiatan seperti ini. Tapi tahun ini sedikit berbeda dengan menampilkan kegiatan multirupa terutama dilihat dari sisi para penampil. STIAMI nampaknya ingin menebarkan pesan cinta lewat musik, tak melulu lewat aksi-aksi akademis yang formal. Selamat ulang tahun STIAMI dan sukses selalu!